Solusi Pemasaran Ekspor Garam dan Dukungan BPOM

Garam Kristal

| LAUTINDO | Maritim | Jakarta | Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dalam Rapat Koordinasi fasilitasi perizinan ekspor produk garam kristal membahas beragam solusi yang dapat dimanfaatkan petambak garam agar inovasi produk yang sudah ada dapat dipasarkan tanpa kendala. “Solusi Pemasaran Ekspor Garam dan Dukungan BPOM”.

Pembahasan rakor berbuah manis dengan terbitnya surat BPOM No.IN.08.06.5.53.02.19.0740 pada tanggal 13 Februari 2019 perihal Dukungan BPOM terhadap Ekspor Garam Kristal, yang menyatakan BPOM menegaskan dukungan terhadap peningkatan ekspor produk Indonesia. BPOM memfasilitasi penerbitan Surat Keterangan Ekspor untuk Produk Garam Konsumsi dan menyediakan Export Consultation Desk (ECD).

Produk Ekspor tidak wajib memiliki izin edar sesuai ketentuan peraturan perundangan Indonesia, tetapi wajib memenuhi regulasi sesuai negara tujuan ekspor. Kewajiban nasional seperti fortifikasi yodium tidak diperlukan selama negara tujuan ekspor tidak mempermasalahkan.

Lebih lanjut, garam kristal yang telah diolah misalnya menjadi garam rempah (garam bawang, garam lada dan lain-lain) dapat didaftarkan pada BPOM sebagai produk dengan nama jenis pangan lain. Demikian pula dengan produk garam kristal olahan yang ditujukan sebagai pangan untuk kebutuhan gizi khusus (misalnya kebutuhan diet pada kasus autism). Sementara, jenis produk yang tidak dikonsumsi, seperti garam yang diolah menjadi garam spa wajib terdaftar sebagai produk kosmetika.

Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Jasa Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Agung Kuswandono menyambut baik terbitnya surat ini.

“Kami sangat mendukung berbagai inovasi produk olahan garam rakyat demi kesejahteraan petambak garam. Inovasi produk ini memberikan nilai tambah dan bernilai ekonomis sangat baik. Harapan kami, dengan terbitnya surat dari BPOM ini para petambak garam, pengusaha garam rakyat yang telah memiliki berbagai produk tidak lagi terkendala dalam pendaftaran produk, tidak lagi terkendala masalah izin edar serta tidak terkendala dalam ekspor produk garam keluar negeri.” jelas Deputi Agung.

Share Button

Comments

comments

Translate »