promosyon promosyon powerbank http://mrnreklam.com.tr promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon Pembangunan Kelistrikan di Morotai dengan teknologi Ocean Thermal Energy – LAUTINDO

Pembangunan Kelistrikan di Morotai dengan teknologi Ocean Thermal Energy

|Lautindo|KKP|Jakarta- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mengupayakan pembangunan pulau-pulau kecil dan terluar Indonesia melalui program Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT). Salah satu hal yang mendukung upaya tersebut adalah proyek kerjasama  deep sea water melaui pengembangan teknologi ocean thermal energy yang merupakan teknologi Jepang untuk menghasilkan energi baru terbarukan dan mengalirkan listrik di pulau-pulau kecil Indonesia. Teknologi ini rencananya akan dikembangkan di Pulau Morotai sebagai salah satu dari 12 lokasi SKPT tahun 2017. Pemerintah Jepang melalui Kedutaan Besar Jepang di Indonesia telah menawarkan proyek deep sea water ini kepada KKP pada Kamis, 8 Desember 2016 dalam pertemuan terbatas dengan pimpinan KKP.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyambut baik program ini,namun, proyek dalam bentuk hibah (grant) ini harus melalui seleksi yang cukup ketat dari seluruh negara yang berminat pada teknologi tersebut. “Saya harapkan support teman-teman media kepada KKP dan tim KKP.” ujar Susi di kediaman dinas Menteri, Widya Chandra, Jakarta, (9/12).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL) KKP Bramantyo Satyamurti Poewardi menambahkan, Jepang menawarkan pengembangan energi baru terbarukan melalui teknologi ocean thermal energy untuk mengalirkan listrik di pulau kecil dan terluar Indonesia. “Mereka (Jepang) ingin membangun deep sea water untuk listrik. Ini melalui seleksi dari seluruh negara yang meminta. Mereka sudah bilang akan berusaha untuk mengawal agar Indonesia yang mendapatkan proyek ini.” Ujar Bramantyo. Selanjutnya disampaikan bahwa  Rencananya, Jepang akan  memulainya di Morotai.

Bramantyo yang akrab disapa Tyo mengungkapkan, pihak Jepang sudah melihat beberapa lokasi SKPT yang merupakan proyek KKP, salah satunya di Natuna. Sebagaimana diketahui bahwa Natuna akan dibangun menjadi Pasar Ikan terbesar nomor 2 Dunia setelah Pasar Ikan Tsukiji di Jepang. Banyak hal yang sudah seharusnya dikembangkan untuk mewujudkan Natuna sebagai pasar terbesar dunia. “Kami menunjukkan lokasi SKPT di Natuna yang akan menjadi pesaing Tsukiji. Dan ini mengagetkan mereka. Salah satu hal yang membuat kita kaget adalah menjawab pertanyaan ” kenapa bulu babi kita tidak diekspor. Di Jepang harga bulu babi sangat mahal,”

Kembali ke masalah kelistrikan, Lebih lanjut Tyo menjelaskan bahwa teknologi yang dikembangkan menggunakan air dingin dari dalam laut yang di dorong ke atas. Perbedaan temperatur yang diangkat ke atas akan menjadi daya listrik. Selain itu, jelas Tyo, air laut dalam yang dikeluarkan dapat dimanfaatkan untuk budidaya ikan tuna. Untuk saat ini, teknologi yang akan dikembangkan merupakan kerjasama Goverment to Goverment antara Indonesia dan Jepang. Untuk selanjutnya, Tyo berharap proyek teknologi ini akan dimenangkan oleh Indonesia. Dengan demikian, Indonesia dapat mengundang para investor masuk ke dalam proyek ini. “Yang penting kita menangkan proyek ini dulu. Pihak Jepang sudah bilang akan kawal. Untuk investor, nanti akan didatangkan di Business Forum jika proyek ini berhasil kita menangkan,” tutup Tyo.

Share Button

Comments

comments

Translate »