Pemenuhan Pasokan Daya Listrik bagi Sarana Prasarana Pendukung Produksi Kelautan dan Perikanan

Kemaritiman Yogya | Lautindo | Kemenko Maritim & Sumber Daya | Yogya | Sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo mengenai kebijakan pembangunan kelautan harus menjadi acuan dan pedoman dalam pengelolaan potensi kelautan Indonesia, maka Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya mendukung penuh dan merealisasikanya. Langkah yang akan dilakukan oleh Kemenko Bidang Maritim dan Sumber Daya dalam rangka memaksimalkan potensi ekonomi kelautan adalah mengkoordinasikan, menyinergikan, dan memonitor serta pengendalian terkait kebijakan yang implementatif, yang bisa dijalankan dalam hal mewujudkan pembangunan budaya maritim terhadap seluruh masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda. Pemenuhan Pasokan Daya Listrik bagi Sarana Prasarana Pendukung Produksi Kelautan dan Perikanan.

Dengan pemanfaatan sumber daya laut untuk kesejahteraan rakyat; penataan ruang dan kelestarian lingkungan laut; pembangunan tol laut untuk konektifitas antarpulau; peningkatan pendidikan dan IPTEK; diplomasi maritim; dan penguatan keamanan maritim menjadi pedoman yang harus dijalankan. Kebijakan tentang pemanfaatan sumber daya laut telah dijalankan oleh KKP dan akan terus dilanjutkan. Salah satu langkah operasional guna menjalankan kebijakan pemanfaatan sumber daya laut adalah pembangunan sarana dan prasarana pendukung produksi kelautan dan perikanan. Pemanfaatan sumber daya laut berjalan optimal, maka akan mendongkrak perekonomian daerah. Hal ini sejalan dengan program pembangunan nasional.

Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya pada Tahun 2016 mendukung penuh langkah Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP)-KKP memiliki kegiatan prioritas berupa pembangunan sarana dan prasarana (sarpras) pendukung produksi kelautan dan perikanan. Salah satu mekanisme penggunaan dananya dilakukan melalui Dana Tugas Perbantuan (TP) dari KKP  ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi/Kabupaten/ Kota.  6 (enam) jenis sarpras  yang akan dibangun tersebut tersebar di 86 Kab/Kota dan 25 Provinsi yaitu: (1) Integrated Cold Storage (Skala Besar dan Skala Kecill): 29 unit, (2) Single Cold Storage: 29 unit, (3) Ice Flake Machine Skala Besar:  23 unit, (4) Gudang Rumput Laut: 7 unit, (5) Pabrik Rumput Laut:10 unit, (6) Pabrik Tepung Ikan: 3 unit.

Kemaritiman Yogya1Dari 6 jenis sarpras tersebut di atas, terdapat 1 (satu) jenis sarpras yang merupakan proyek strategis nasional sebagaimana yang diamanatkan dalam Perpres No. 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional yaitu Integrated Cold Storage.  “Nelayan menbutuhkan cold storage dan es, keduanya itu bisa tidak ada tanpa terpenuhinya daya listrik. Untuk itu, kita bekerja sama dengan PLN untuk penyediaan listrik di Yogyakarta.  Saat ini berapa banyak cold storage yang kita punya? Ini yang harus kita pikirkan dan direalisasikan”, tutur Agung Kuswandono, Deputi Koordinasi Bidang Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Bidang Maritim dan Sumber Daya saat membuka Rapat Koordinasi Pemenuhan Pasokan Daya Listrik bagi Sarana Prasarana Pendukung Produksi Kelautan dan Perikanan di Yogya.

Comments

comments

Translate »