promosyon promosyon powerbank http://mrnreklam.com.tr promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon Kurangi Impor LPG, Pemerintah Dorong Pemanfaatan Jaringan Gas (Jargas) – LAUTINDO

Kurangi Impor LPG, Pemerintah Dorong Pemanfaatan Jaringan Gas (Jargas)

Jaringan-gas-Rumah-tangga

| LAUTINDO | Energi | Mojokerto | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur guna meninjau progress pembangunan jaringan gas bumi (jargas) untuk rumah tangga di Kota Mojokerto dan Kabupaten Mojokerto, serta infrastruktur jargas di Kabupaten Sidoarjo di Jawa Timur (13/8). “Kurangi Impor LPG, Pemerintah Dorong Pemanfaatan Jaringan Gas di Jawa Timur”.

Proyek pembangunan jargas dilakukan oleh Kementerian ESDM setiap tahun untuk mendorong rumah tangga dan pelanggan kecil memanfaatkan gas alam sebagai bentuk diversifikasi energi. Tahun 2017, Kementerian ESDM menargetkan pembangunan jaringan gas kota sebanyak 59.809 SR di 10 kabupaten/kota.

*Jaringan Gas Bumi Mojokerto*

Menteri Jonan mengawali kunjungan kerja ini dengan meninjau jargas di Kota Mojokerto. Dalam peninjauan ini, Menteri ESDM berkesempatan untuk menyaksikan penyambungan pipa PE 63 mm serta pemasangan Sambungan Rumah (SR) dan Sambungan Kompor (SK).

“Pembangunan jargas ini salah satunya adalah untuk mengurangi biaya penggunaan tabung LPG, bisa lebih hemat separuhnya,” ujar Menteri Jonan saat meninjau rumah warga calon pelanggan jargas di Kelurahan Prajurit Kulon, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Lebih lanjut Jonan menjelaskan, dengan menekan penggunaan LPG ini, impor LPG juga dapat ditekan. “LPG itu impornya (sampai) 4,5 juta ton, maka impor bisa kurang dengan jargas karena gas langsung (dimanfaatkan untuk) domestik,” terang Jonan.

Infrastruktur jargas rumah tangga di Kota Mojokerto tersebut mendapatkan alokasi gas dari Husky Cnooc Madura Ltd sebesar 0, 25 MMSCFD. Jargas Kota Mojokerto ini ada penugasan Pemerintah kepada PT Perusahaan Gas Negara (PT PGN) (Persero) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2017.

Pembangunan infrastruktur jargas Kota Mojokerto diperuntukkan bagi 5.000 SR dengan nilai kontrak sebesar Rp. 49,5 miliar. Wilayah sambungan jargas Kota Mojokerto meliputi Kecamatan Kauman (502 SR), Mentikan (607 SR), Prajurit Kulon (1.265 SR), Surodinawan (1.522 SR) dan Miji (1.104 SR).

Usai meninjau jargas Kota Mojokerto, Menteri Jonan melanjutkan kunjungan menengok pembangunan infrastruktur jargas di Kabupaten Mojokerto. Menteri Jonan juga menyaksikan pemasangan pipa PE 125 mm serta pemasangan SR dan SK di Desa Kembangsri, Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Infrastruktur jargas di Kabupaten Mojokerto ini mendapatkan alokasi gas dari Kangean Energy Indonesia sebesar 0,25 MMSCFD. Jargas di Kabupaten Mojokerto merupakan penugasan Pemerintah kepada PT Pertamina (Persero) melalui APBN TA 2017, yang didedikasikan untuk 5.101 SR di Kecamatan Ngoro, dengan nilai kontrak sebesar Rp 37,8 miliar.

Jargas di Kota dan Kabupaten Mojokerto dengan nilai kontrak total sebesar Rp 87,3 M ini akan menyusul Surabaya dan Sidoarjo yang sebagian warganya telah memanfaatkan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga.

*Jaringan Gas Bumi Sidoarjo*

Lawatan Menteri ESDM di Jawa Timur kali ini dilanjutkan dengan menilik pengembangan infrastruktur jargas di Kabupaten Sidoarjo yang dibangun dari dana APBN. Hingga saat ini, telah dilaksanakan empat tahap pembangunan jargas di Kabupaten Sidoarjo. Sebanyak 10.350 SR telah terpasang dan 89% dari total tersebut atau 9.187 SR telah dialiri gas dari Lapindo Brantas Inc, sebesar 0,8 MMSCFD.

Di Kabupaten Sidoarjo, jargas telah dialiri ke 12 desa/kelurahan, yakni Kelurahan Nginas, Wedoro, Tambak Sawah, Medaeng, Gempol Sari, Kedung Turi, Kali Tengah, Kludan, Ngaban, Kalidawir, Kedung Banteng, dan Desa Putat.

Pada tahun 2018, Kementerian ESDM merencanakan untuk membangun 12.000 SR di Kabupaten Sidoarjo.

Program jargas ini dapat mengurangi pengeluaran baik Pemerintah maupun masyarakat untuk keperluan memasak. Aspek keselamatan, keamanan serta dampak lingkungan penggunaan jargas juga lebih baik, karena menggunakan tekanan lebih rendah (hingga 0,1 bar) dan pembakarannya lebih bersih, dengan aliran yang kontinyu selama 24 jam. (esdm.go.id)

Share Button

Comments

comments

Translate »