Penantian Panjang Indonesia menjadi Anggota Dewan ICAO

International Civil Aviation Organization (ICAO)
International Civil Aviation Organization (ICAO)

| Lautindo | Kemenhub | Montreal | Indonesia secara resmi terdaftar dalam pencalonan sebagai Anggota Dewan International Civil Aviation Organization (ICAO) Kategori III. Pendaftaran tersebut dilakukan dengan penyerahan Notification Pencalonan Indonesia ke kantor Sekjen ICAO sesuai regulasi 58 (a) oleh Alternate Permanent Representatice Republic of Indonesia to ICAO yaitu Atase Perhubungan Republik Indonesia di Montreal, Saptandri pada Sabtu (1/10). Penantian Panjang Indonesia menjadi Anggota Dewan ICAO akan segera terjawab.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Hemi Pamuraharjo menjelaskan Anggota Dewan Kategori III adalah mewakili negara-negara yang memiliki wilayah geografis yang luas.

“Pemilihan Anggota Dewan ICAO Kategori III ini akan berlangsung hari ini, Selasa 4 Oktober 2016 yang yang merupakan hari penentuan dari perjuangan panjang Indonesia untuk menjadi Anggota Dewan ICAO kategori III,” jelas Hemi.

Hemi menambahkan Indonesia pernah mengemban amanat sebagai anggota Dewan ICAO Kategori III mulai tahun 1962 sampai tahun 2001.

Dalam upaya meraih keanggotaan dewan ICAO, berbagai upaya telah dilakukan oleh delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Permanent Representative RI di ICAO yaitu Duta Besar RI untuk Canada Tengku Faizasyah dan Utusan Khusus Menteri Perhubungan untuk ICAO Indroyono Soesilo untuk menggalang dukungan dari negara-negara anggota ICAO.

Indonesia secara aktif terus memperjuangkan kepentingan dunia penerbangan nasional. Hal ini salah satunya ditunjukkan dengan menyampaikan working paper pada komisi-komisi di Sidang Majelis ICAO.

Dari working paper yang disampaikan dan dipresentasikan dalam sidang komisi, Indonesia melaporkan perkembangan yang telah dilakukan dalam meningkatkan sektor penerbangan sipil, khususnya pelaksanaan Program Keselamatan Penerbangan, pembentukan Air Navigation yang merupakan penyedia layanan tunggal yang disebut “Indonesia AirNav” serta pelaksanaan Rencana Strategis Penerbangan Sipil Indonesia yang meliputi pengembangan sektor penerbangan sipil secara keseluruhan termasuk bandar udara dan infrastruktur. Dalam sidang assembly terdapat beberapa komisi antara lain, Komisi Administrasi, Komisi Ekonomi, Komisi Eksekutif, Komisi Hukum dan Komisi Teknis.

“Menjelang pemilihan yang akan berlangsung pada tanggal 4 Oktober 2016 nanti, Menteri Perhubungan optimis Indonesia mendapatkan suara dalam pemilihan hingga kembali menjadi anggota dewan ICAO untuk masa 2016-2019”, tutup Hemi

“Upaya lainnya adalah melalui serangkaian jamuan diplomatik serta lobi-lobi yang dilakukan jauh hari sebelum pemilihan berlangsung. Tercatat, sebanyak 3 kali jamuan diplomatik telah dilakukan Indonesia untuk menggalang dukungan dari negara lain yang berlangsung mulai bulan November tahun lalu”, ujar Hemi.

Pada Sabtu (1/10), telah dilangsungkan pemilihan Anggota Dewan ICAO Kategori I dan Kategori II dan telah terpilih untuk Kategori I yaitu negara yang memiliki peran penting di dalam dunia penerbangan terdiri dari Australia, Brasil, Kanada, Tiongkok, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Rusia, Inggris dan Amerika Serikat. Sementara Kategori II yaitu negara yang memiliki kontribusi besar dalam fasilitas keselamatan penerbangan sipil telah terpilih, Argentina, Kolombia, Mesir, India, Irlandia, Meksiko, Nigeria, Arab Saudi, Singapura, Afrika Selatan, Spanyol dan Swedia.