Peningkatatan Produksi Garam Harus Diiringi Peningkatan Kesejahteraan Petani Garam

Luhut 01| LAUTINDO | Maritim | Madura | Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengatakan pemerintah telah merencanakan sejumlah program demi meningkatkan produksi, kualitas garam produksi PT Garam serta produksi petani. “Peningkatatan Produksi Garam Harus Diiringi Peningkatan Kesejahteraan Petani Garam”.

“Pesan Presiden, selain kita meningkatkan produksi dan kualitas garam para petani garam ini harus naik peringkatnya,” ujarnya kepada media saat mengunjungi lahan pegaraman PT Garam di desa Kalianget, Sumenep, Jawa Timur Rabu (30/8). Pemerintah lanjut Mennko Luhut punya kewajiban untuk membantu menyiapkan prasarana untuk pengolahan garam.

“Pemerintah seperti diatur oleh undang undang punya kewajiban untuk menyiapkan, membantu infrastruktur untuk garam. Pemerintah akan menyiapkan air tua secara gratis dengan kualitas baik dengan kadar NaCl diatas 97 persen. Dengan begitu biaya produksi bisa ditekan dan hasilnya bisa maksimal ,” jelas Menko Luhut. [Air tua adalah sari air laut yang akan diolah menjadi kristal atau butiran garam]

“Saya sudah rundingakan dengan Pak Bupati Busyro (Karim) supaya nanti petani garam itu yang kecil kecil itu nanti di jadikan satu jadi dibentuk wadah koperasi. Kami sedang menghitung nanti apa bisa biaya produksi turun ke Rp 350 perkilonya, atau 300 atau mungkin bisa kurang lagi,” ujarnya.

Saat berdialog dengan beberapa petani di halaman PT Garam, Menko Luhut menjawab pertanyaan seorang petani yang menanyakan mengapa pemerintah tidak menunjukkan keseriusan menangani hal ini, ia mengaku pemerintah pernah kurang serius dalam hal ini.

“Ada juga permainan yang dilakukan oleh tengkulak, nah sekarang pemerintah serius menangani masalah ini, ” jawabnya. Sembari meminta petani garam harus kompak dan terintegrasi sehingga mudah melakukan konsolidasi dengan pemerintah dan PT Garam dan Bupati diminta membantu mensosialisasikannya.

“Harga garam paling murah antara Rp 750 sampai 1000 per kilogram. Dengan harga ini, petani bisa untung antara 600 atau 800 rupiah per kilo gram,” tambahnya.

“Tanpa kerjasama semua pihak, komitmen pemerintah untuk berswasembada garam di 2019 akan sulit terealisasi,” kata Menko Luhut.

Ia mengatakan pihaknya menginginkan garam harga garam KW1 adalah Rp 2,5 juta, KW 2 Rp 2 juta dan KW 3, Rp 1,5 juta per ton. Harga garam di tingkat petani saat ini untuk KW 1 adalah Rp 1,2 juta/ton.
Ia mengatakan garam beryodium amat penting untuk pertumbuhan generasi mendatang.

“Kekurangan yodium akan menyebabkan anak-anak kita bodoh dan tentunya kondisi tersebut sangat tidak bagus bagi generasi penerus bangsa pada masa mendatang,” ujar Menko Luhut.

Dalam prorgram pemerintah terdapat juga rencana ekstensifikasi lahan di beberapa tempat sebesar 11422 ha, antara lain di desa NTT, NTB dan Sulawesi yang akan dikelola PT Garam dan tidak menutup kemungkinan untuk swasta juga ikut andil Menko Luhut mengatakan rencana swasembada ini juga mencakup garam industri karena Indonesia tidak boleh terus menerus mengimpor garam.

Share Button

Comments

comments

Translate »