Perlukah Truck dikandangkan setiap Menyambut Hari Libur?

Kecelakaan truk di Jalan Tol
Menghindari kemacetan akibat kecelakaan yang diakibatkan oleh Truck, Dirjen Perhubungan Darat melarang Truck melintas di Jalan Nasional dan tol tanggal 9 hingga 12 September 2016 (ist)

|Lautindo|Truck|Jakarta – Setelah peristiwan kemacetan luar biasa di Pantura, terutama di Pintu keluar Tol Brebes yang kemudian diplesetkan banyak pihak sebagai Brexit Gate dan diduga banyak pihak menyebabkan Ignasius Jonan harus merelakan kursi Menteri Perhubungan kepada Budi Karya, maka menyambut perayaan Hari Raya Idhul Adha tahun ini, Direktur Jenderal Perhubungan Darat kembali mengeluarkan peraturan yang membatasi hari kerja para pengemudi Truck lebih dari 2 sumbu melakukan aktivitas di Jalan raya (Nasional) dan Tol mulai tanggal 09 September 2016 pkl 00.00 hingga tanggal 12 September 2016 pukul 24.00. Perlukah Truck dikandangkan setiap Menyambut Hari Libur?

Tentu saja tidak semua truk dilarang, melainkan masih diberi kelonggaran bagi truck yang membawa kebutuhan pokok, BBM, Pupuk, Susu dan barang import yang mudah rusak.

Edaran dirjen ini tentu saja sudah diketahui tujuannya, yakni agar masyarakat umum yang akan merayakan Idhul Adha di kampung, atau ke tempat wisata tidak mengalami ketidaknyamanan karena dikhawatirkan ada truck yang mogok atau mengalami kecelakaan sehingga mengakibatkan kemacetan yang berkepanjangan.

Tentu saja penghentian sementara ini mendapat protes dari Pelaku Logistik.

Kyatmaja di acara Tol Cipali
Kyatmaja Lookman, Pengurus Asosiasi Pemilik Truck Indonesia (APTRINDO) dan Supply Chain Indonesia (SCI). foto:SiAtasBarita)

Kyatmaja Lookman misalnya menyatakan, “Penyetopan semacam ini harus dihentikan”. Tidak bisa tiap libur, angkuta barang di negara ini juga libur. Ditengah persaingan global yang semakin ketat, dimana negara lain buka 24 jam, kita malah tutup jalan supaya kendaraan pribadi bisa melintas.

Kyat juga mempertanyakan kebijakan pemerintah. Pro Publik atau pro angkutan pribadi?

Kyatmaja mengusulkan, bila pun dilakukan pelarangan, sila dilakukan hanya pada hari-hari tertentu misalnya pada hari Jumat atau pada hari Senin. Tetapi kalau 4 hari? Minta ampun dah.

Kyatmaja yang aktif di Supply Chain Indonesia ini menaambahkan, bahwa “apa pun kebijakan Presiden untuk menarik investasi, jika kebijakan dibawahnya kontra produktif, maka sama saja tidak akan berhasil usaha presiden kita” pungkasnya

Share Button

Comments

comments

Translate »