Persiapan Angkutan Darat menjelang Natal dan Tahun baru

logo-kementerian-perhubungan|Lautindo|Perhubungan|Jakarta – Kementerian Perhubungan, telah memanggil para stake holder pengangkutan darat untuk mendiskusikan peningkatan mutu pelayanan angkutan dalam rangka perayaan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017.

Kyatmaja Lukman, Ketua Asosiasi Pemilik Truk Indonesia yang mengikuti rapat bersama Dirjen Perhubungan Darat di Jakarta hari ini (05/12) menyampaikan kepada Portal berita lautindo bahwa pihaknya cukup puas dan mengapresiasi inisiatif Kementerian Perhubungan mengikutsertakan para stake holder mendiskusikan aturan main sebelum ditetapkan nantinya.

Dalam rangka mengantisipasi lonjakan pengguna Angkutan Natal 2016 dan Tahun baru 2017, Kementerian perhubungan sudah membentuk Posko monitoring yang akan bertugas mulai tanggal 18 Desember 2016 hingga tanggal 09 Januari 2017. Posko ini akan memonitor kegiatan Angkutan jalan di 45 terminal di 13 Provinsi, 8 lintasan Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan. Angkutan Laut di 52 Pelabuhan, Angkutan Udara di 35 Bandar Udara serta Kereta Api di 9 Daerah Operasi (DAOP) di Pulau Jawa dan 4 Divisi Regional (DIVRE) di pulau Sumater.

Diperkirakan jumlah penumpang Angkutan umum akan meningkat 5,78%.

Angkutan jalan diperkirakan akan diburu oleh 2.594.030 penumpang, sehingga perlu dipersiapkan 44.871 Armada bus yang melayani penumpang antar kota dan Antar Kota dan Propinsi. Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan diperkirakan 1.817.781 penumpang yang akan dilayani oleh 181 buah kapal roro. Angkutan Laut membutuhkan sekitar 1.112 Kapal untuk mengangkut penumpang yang diperkirakan sebanyak 856.823 penumpang, Adapun untuk angkutan udara akan dipersiapkan 498 pesawat dimana diperkirakan  penumpang Pesawat Udara akan berjumlah 7.113.456 orang atau tumbuh 9%.

1.547 Gerbong Kereta Api Siap Operasi dipersiapkan ditambah 1.387 Kereta Stamformasi dan 161 Kereta Cadangan untuk mengangkut penumpang yang diperkirakan  berjumlah 4.629.233 orang. Peningkatan diperkirakan sebesar 7,19%, dimana tahun lalu penumpang KA baru 4.318.717 penumpang.

Dalam rapat disampaikan juga berbagai strategi seperti Buka dan Tutup di Pintu Tol Cikopo/Palimanan bila dianggap perlu. Penyiapan Variabel Massage Sign (VMS) di Cikopo dan Palimanan dan di lokasi lain yang dianggap perlu. Penyiapan lokasi U Turn untuk persiapan keperluan emergency. Demikian pula para Operator Tol diharapkan berkordinasi dengan pihak Polri.

Pihak Operator juga diharapkan menambah fasilitas MCK/Toilet di rest area.

Rapat juga menyetujui usulan-usulan seperti pengaturan Moda Angkutan sumbu lebih dari 2 agar diterbitkan lebih awal, kerja sama dengan Pertamina untuk supply BBM, demikian pula kerja sama dengan pihak Dirlantas Polri.

Tampaknya persiapan tahun ini jauh lebih matang, sebab pemanfaatan Sistem Informasi dan Komunikasi pun didorong pemakaiannya, seperti informasi yang real time, keterbukaan atau ketersediaan akses informasi dan laporan melalui media sosial .

Kyatmadja menambahkan bahwa pelaksanaan peraturan juga akan bisa dikembangkan melihat situasi dan kondisi. Artinya apabila kepadatan lalu lintas dianggap memungkinkan, maka angkutan sumbu lebih dari 2 masih beroperasi. Perlu ditambahkan bahwa pembatasan nantinya hanya terjadi di jalan tola Jabodetabek hingga Brebes dan Jabodetabek hingga Merak. Jadi Para pengsuaha Truk dipersilahkan terus beroperasi.

 

Share Button

Comments

comments

Translate »