Kunjungan ke Paris, Kementerian ESDM Hasilkan PLTB dan PLTS Sebesar 170 MW

Menteri Jonan saksikan Penandatangan LoI Pembangkit Listrik
Menteri Jonan saksikan Penandatangan LoI Pembangkit Listrik

| LAUTINDO | Energi | Paris | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan dalam rangkaian kunjungan kerja ke Paris, Perancis menyaksikan penandatanganan 3 buah Letter of Intent (LoI) pembangkit listrik dari energi terbarukan antara PT PLN (Persero) dengan Independent Power Producers (IPP) yang berasal dari Perancis (11/12). “Kunjungan ke Paris, Kementerian ESDM Hasilkan PLTB dan PLTS Sebesar 170 MW”.

Menteri Jonan yang hadir sebagai salah satu keynote speaker pada acara Renewable Energy Companies Commited to Climate, dalam rangkaian One Plannet Summit, di Kantor Pusat UNESCO, Paris, Prancis, menyaksikan langsung proses penandatangan ke 3 LoI Pembangkita Listrik, yang merupakan tindak lanjut dari acara “French Renewable Energy Group” yang dilangsungkan di Jakarta pada medio Februari 2017.

Ketiga LoI Pembangkit Listrik yang ditandatangani meliputi:

  1. PLTB Tanah Laut di Provinsi Kalimantan Selatan, kapasitas 70 MW dengan pengembang konsorsium Pace Energy pte. Ltd & PT Juvisk Tri Swarna. Target COD 24 bulan dari Financial Date (FD)/2020 dan nilai investasi sebesar USD 153.738.000.
  2. PLTS Bali 1 di Kab. Kubu, Provinsi Bali, kapasitas 50 MWp dengan pengembang konsorsium Equis Energy Indonesia & PT Infrastruktur Terbarukan Fortuna. Target COD 20 bulan dari Financial Date (FD)/2020 dan nilai investasi USD 91.600.000.
  3. PLTS Bali 2 di Kab. Jembrana, Provinsi Bali, kapasitas : 50 MWp dengan pengembang Aquo Energy Indonesia ltd. Target COD 20 bulan dari Financial Date (FD)/2020 dan nilai investasi USD 91.600.000.

Menteri Jonan memberikan apresiasi atas kerjasama Indonesia-Perancis yang diwujudkan dengan komitmen melalui LoI di sektor ketenagalistrikan ini, mendorong upaya peningkatan bauran energi terbarukan di Indonesia dalam mencapai target 23 persen pada 2025 dan berkontribusi pada aksi perubahan iklim.

Selanjutnya setelah penandatanganan LoI, dilakukan penandatanganan MoU (non-binding dan non-ekslusif LoI) antara International Finance Corporation (IFC) dengan ketiga pengembang. IFC yang berafiliasi dengan World Bank ini menyatakan komitmennya untuk mendukung pendanaan pengembangan EBT di Indonesia.

Keberhasilan pengembangan kerjasama yang ditandai dengan penandatanganan LoI dan MoU tersebut semakin menegaskan bahwa energi terbarukan di Indonesia begitu menarik bagi investor, baik pelaku bisnis, organisasi internasional, maupun lembaga perbankan internasional.

Share Button

Comments

comments

Translate »