PLTB Tolo-I Jeneponto: Pembangkit Listrik Tenaga Angin Terbesar Kedua

Foto: PLTB Jeneponto (istimewa)
Foto: PLTB Jeneponto

| LAUTINDO | Energi | Makassar |┬áPemandangan tak biasa terlihat di sepanjang jalan dari pelabuhan Kota Makassar menuju Desa Lengke-lengkese, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Baling-baling (blade) berukuran panjang 63 meter tampak menutupi badan jalan, secara perlahan diangkut ke lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo-I dengan menggunakan truk khusus. “PLTB Tolo-I Jeneponto: Pembangkit Listrik Tenaga Angin Terbesar Kedua”.

Truk pengangkut baling-baling ini melalui beberapa medan yang cukup sulit, apalagi jarak ke lokasi mencapai 99 kilometer dari Kota Makassar. Tak jarang di beberapa titik diperlukan penataan ulang kabel dan pepohonan untuk melancarkan pengiriman baling-baling.

Apalagi dimensi dari tiap baling-baling tersebut terbilang sangat besar, tidak hanya panjang yang mencapai 63 meter, lebarnya pun hingga 5 meter dengan berat hingga 80 ton. Pengangkutan satu buah baling-baling kurang lebih membutuhkan waktu sekitar 10 jam.

Rencananya, pada PLTB Tolo-I ini akan dipasang 20 turbin angin dengan masing-masing kapasitas 3,6 Megawatt (MW), sehingga total kapasitas pembangkit mencapai 72 MW. Tak kurang dari 60 baling-baling akan dikirim ke lokasi proyek hingga akhir April 2018. Model turbin yang dipasang di PLTB ini memakai jenis Siemens DD On-Shore 3,6 WTG dimana 2 unit transformator Siemens selesai dipasang dengan kapasitas masing-masing 45 MVA.

Saat ini, pekerjaan PLTB dengan investasi sebesar USD 160,7 juta itu telah memasuki tahap pemasangan tower dan turbin. Hari demi hari, proyek strategis pembangunan PLTB terus dikebut. Hingga 23 Februari 2018, progres proyek secara keseluruhan mencapai sekitar 65%.

Dari total 20 Wind Turbin Generator (WTG) yang ditargetkan terpasang, 11 diantaranya telah selesai proses pengecoran pondasi tower dengan volume 750 m3 beton, diameter 26,6 meter dan kedalaman 4 meter. Sementara, sisa turbin dalam tahap pembesian.

Nantinya, pembangkit berbasis angin tersebut akan terkoneksi dengan jaringan transmisi sebesar 150 kV. Sebanyak 4 dari 10 tower transmisi 150 kV telah selesai dibangun, yang akan terinterkoneksi melalui Gardu Induk Jeneponto. Sedangkan control dan service building masih dalam proses pengerjaan.

PLTB Tolo-I dihasilkan dari kecepatan angin sebesar 6 m/s yang merupakan potensi angin cukup besar untuk dikembangkan secara komersial. Penandatangan jual beli atau Power Purchase Agreement (PPA) diteken oleh Perusahaan Listrik Negara bersama PT. Energi Bayu Jeneponto sejak tanggal 14 November 2016 dengan harga jual listrik 10,89 USD cent/kWh.

Berdasarkan PPA tersebut, proyek akan selesai dan Commercial Operation Date (COD) pada 14 November 2019. Hadirnya PLTB Tolo-I Jeneponto akan melengkapi keberadaan PLTB Sidrap untuk meningkatkan kontribusi energi berbasis angin di Indonesia, disamping semakin meningkatkan kehandalan kelistrikan di Sulawesi Selatan, yang saat ini rasio elektrifikasinya telah mencapai 99,12 persen. (esdm.go.id)

Share Button

Comments

comments

Translate »