Topang Ketahanan Energi, PLTP Sarulla Berkapasitas 330 MW Kini Beroperasi Penuh

PLTP Sarulla
PLTP Sarulla

| LAUTINDO | Energi | Jakarta | Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Unit III Sarulla mulai bulan Mei ini sudah beroperasi penuh, yang akan menambah kapasitas pembangkit menjadi 330 MW dari yang sebelumnya 306 MW. “Topang Ketahanan Energi, PLTP Sarulla Berkapasitas 330 MW Kini Beroperasi Penuh”.

Keberadaan PLTP Sarulla dibutuhkan guna mengurangi defisit listrik di Provinsi Sumatera Utara. Dengan beroperasinya PLTP Sarulla Unit III, kapasitas terpasang PLTP di Indonesia sampai dengan saat sekitar 1.948,5 MW dan merupakan peringkat kedua terbesar penghasil listrik dari panas bumi di dunia, setelah Amerika Serikat.

Operasi komersil PLTP sarulla Unit III lebih cepat dari perkiraan yang awalnya ditargetkan pada Kuartal II Tahun 2018. Sedangkan untuk operasional komersial unit pertama dan kedua sudah dimulai pada tanggal 18 Maret 2017 dan 2 Oktober 2017. Dengan beroperasi penuh diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tenaga listrik bagi 2,1 juta rumah tangga Indonesia

“Kami senang sekali dengan beroperasi penuhnya PLTP Sarulla ini , membuat ketahanan energi kita akan lebih baik, sekarang sudah mencapai 1.948,5 MW, kami harapkan di tahun 2018 kita bisa menambah 110 MW lagi dari 4 PLTP” ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama, Agung Pribadi.

PLTP Sarrula yang merupakan proyek pembangkit listrik panas bumi dengan perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) tunggal terbesar di dunia telah dimulai konstruksinya pada 2014. Proyek dengan skema pengembang swasta (independent power producer/IPP) tersebut dibangun oleh konsorsium Medco Power Indonesia, ITOCHU Corporation, Kyushu Electric Power Co., INPEX, dan Ormat Technologies. Sedangkan untuk produksi listrik dijual kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dengan jangka waktu 30 tahun.

Pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Sarulla yang dikelola oleh Sarulla Operations Ltd di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara adalah pembangkit listrik energi panas bumi pertama di Indonesia yang menggunakan tiga metode dalam pembangkitannya, yaitu condensing, bottomic, dan binary sehingga sangat efisien dalam memanfaatkan uap dan produk uap (brine).

Share Button

Comments

comments

Translate »