POROS MARITIM DI UJI !

kapal braha 12

Lautindo | International | Dua kapal Indonesia, yakni kapal tunda Brahma 12 dan kapal tongkang Anand 12, telah dibajak kelompok yang mengaku Abu Sayyaf di Filipina. Kedua kapal itu membawa 7.000 ton batubara dan 10 awak kapal berkewarganegaraan Indonesia, milik perusahaan tambang asal Banjarmasin, Kalimatan Selatan. Saat dibajak, kedua kapal dalam perjalanan dari Sungai Puting, Kalimantan Selatan, menuju Batangas, Filipina Selatan.

Soal kapan kapal itu dibajak, Pemerintah mengaku tidak mengetahui persis. Yang jelas, kapal memulai pelayaran pada 15 Maret dan baru diketahui dibajak dan disandera oleh kelompok separatis di sekitar kepulauan selatan Filipina.

Awak kapal dan seluruh muatan batubara kini dalam penyaderaan kelompok tersebut, dan mereka sudah menghubungi Peerusahaan Pemilik Kapal dan meminta tebusan sebesar 50 juta peso (sekitar Rp. 14,3 Miliar) untuk pembebasan 10 sandera itu.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, Kemenlu sedang melakukan negosiasi dengan Pemerintahan Filipina, untuk mempertimbangkan kerjasama pembebasan Kapal tersebut, dengan mengerahkan pasukan TNI.

Sejauh ini pihak TNI tengah menyiapkan tim khusus untuk pembebasan sandera,Kopassus, Denjaka hingga Den Bravo Siap jika ditugaskan. Pasukan TNI masih menunggu perintah dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, kesatuan mana yang akan diturunkan jika memang diperlukan.

“Sementara kami menunggu jalur diplomatik dulu. Tapi yang jelas TNI, khususnya TNI AL, kalau diminta bantu kami sudah siap. Kami ada masalah atau tidak TNI AL selalu menggelar patroli di wilyah yuridiksi,” jelas Kadispenal Kolonel Edi Sucipto saat dihubungi terpisah.

TNI AL masih menunggu perintah dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Termasuk apakah Denjaka yang akan diturunkan jika memang diperlukan.

“Itu kita serahkan kepada ahlinya, biar Panglima TNI yang menentukan, karena beliau yang memiliki otoritas. Yang pasti beliau nggak akan salah pilih,” ujar Edi.

“Tapi yang jelas, ada atau tidak ada peristiwa kami selalu melakukan operasi dalam rangka penegakkan kedaulatan. Kami selalu siap,” lanjut mantan prajurit Denjaka ini.

Share Button

Comments

comments

Translate »