Terjadi Gempa Tremor, Bagaimana Potensi Erupsi Gunung Anak Krakatau?

Gunung Anak Krakatau (istimewa)
Gunung Anak Krakatau (istimewa)

| LAUTINDO | Krakatau | Lampung |¬†Gunung Anak Krakatau yang memiliki ketinggian 305 meter diatas permukaan laut secara administratif masuk ke wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Hingga saat ini aktivitas Gunung Anak Krakatau masih dalam Status Waspada (Level II) dengan zona bahaya berada dalam radius 2 kilometer (km) dari kawah. “Terjadi Gempa Tremor, Bagaimana Potensi Erupsi Gunung Anak Krakatau?”.

Keseharian aktivitas Gunung Anak Krakatau secara visual sering tertutup kabut, apabila cuaca cerah teramati asap kawah utama dengan ketinggian 25 – 100 meter dari puncak, bertekanan lemah dengan warna putih dan intensitas tipis hingga sedang.

“Secara kegempaan Gunung Anak Krakatau, didominasi oleh jenis Gempa Vulkanik Dangkal (VB) dan Gempa Vulkanik Dalam (VA). Selain itu, terekam juga jenis gempa Hembusan, Tektonik Lokal (TL) dan Tektonik Jauh (TJ), “ujar Kepala Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kasbani.

Erupsi eksplosif Gunung Anak Krakatau yang sering terjadi pada periode Oktober 2007 s/d 2011 adalah erupsi magmatik bertipe strombolian, yaitu erupsi eksplosif yang menghasilkan material vulkanik yang berukuran bongkah, bomb, lapilli dan abu, yang umumnya tersebar di sekitar pulau Anak Krakatau pada radius sekitar 500 m – 1500 m. Sedangkan sebaran abu vulkanik tergantung dari kekuatan dan arah angin.

Berdasarkan Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) menunjukan hampir seluruh tubuh Gunung Anak Krakatau yang berdiameter +- 2 km ini merupakan kawasan rawan bencana.

“Mengingat masih terekamnya gempa – gempa vulkanik yang berpotensi terjadinya erupsi eksplosif dan masih tetap tingginya minat turis asing dan domestik mengunjungi, mendarat dan mendaki hingga ke bibir kawah Gunung Anak Krakatau, hal tersebut berpotensi meningkatkan resiko terjadinya bencana yang tinggi pula,” jelas Kasbani.

Selanjutnya Kasbani mengatakan, dalam rangka Kesiapsiagaan, sejak tanggal 18 Juni 2018 sudah dikoordinaskan dan diinformasikan kepada pihak BPBD Prov. Banten, BPBD Prov. Lampung dan BKSDA Lampung agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak mendekat ke pulau Anak Krakatau.

“PVMBG Badan Geologi tetap memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau secara menerus untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutup Kasbani.

Share Button

Comments

comments

Translate »