Presiden Jokowi, dengarlah suara Guru Besar Indonesia

Prof. Bungaran Simanjuntak
Prof. Dr. Bungaran Simanjuntak
Saudara Joko Widodo yang terhormat,
Sebagai warga negara yang baik, saya menyambut dan menghargai “kritik dan kemarahan anda” tentang dosen/guru besar yang anda sebut pintar tetapi mengabdi di Amerika Serikat.
Saya pribadi tidak menyalahkan mereka. Dan Saya menyarankan agar mereka tetap bekerja dinegeri paman Sam itu. Kenapa? Karena presiden Jokowi hanya tahu bahwa anda diperlukan di tanah air, tetapi Jokowi belum tahu bagaimana perlakuan menterinya kepada para professor yang bekerja di dalam negeri.
Dewasa ini guru besar malah kebanyakan mengerjakan tugas administrasi dibanding penelitian. Administrasi dalam pelaksanaan penelitian pun menguras energi para peneliti yang belum profesor maupun yang sudah profesor lama. Masih banyak profesor yang sudah pensiun masih potensial dan bahkan lebih produktif daripada profesor yang masih menerima tunjangan  yang besar itu. Sayangnya  predikat pensiun menyebabkan mereka tidak lagi dihargai dan tidak dibolehkan lagi melakukan penelitian dengan biaya negara. Sedihnya lagi, bahkan buku-buku ilmiah yang ditulis oleh prof (emeritus) tidak lagi diberi uang penghargaan oleh pemerintah apakah oleh menteri ataukah oleh rektor.
Jadi saya sebagai org yang mengalami perlakuan “tidak adil” itu meminta agar anda jangan memenuhi anjuran pak presiden Jokowi itu selama anda hanya dihargai secara tidak memadai.
Tolong pak Jokowi periksa dulu strategi kebijakan menteri anda kepada kami profesor aktif dan emeritus yang mengabdi di tanah air tercinta ini. Jangan korbankan rekan-rekan saya professor yang mengabdi di Amerika dewasa ini.
Semoga bapak presiden segera melakukan kebijaksanaan revolusioner di dunia perguruan tinggi sehingga para dosen dan professornya bekerja lebih gairah termasuk yang emeritus seperti saya ini.
Trimakasih pak presiden
Salam hormat,
Prof DR Bungaran Antonius Simanjuntak
Penulis buku teks ilmiah dan peneliti
Share Button

Comments

comments

Translate »