promosyon promosyon powerbank http://mrnreklam.com.tr promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon RI Tegaskan Tidak Ada Kata Mundur Dan Akan Tegakkan IUU Fishing – LAUTINDO

RI Tegaskan Tidak Ada Kata Mundur Dan Akan Tegakkan IUU Fishing

Deklarasi ditunjukkan kepada publik
Para Pemimpin delegasi ASEAN-SEAFDEC) menunjukkan deklarasi yang sudah ditandangani bersama dalam High level Consultation (HLC) di Bangkok tanggal 3 agustus 2016 (foto:KKP)

|Lautindo|KKP|Bangkok| – Delegasi Indonesia telah menandatangani kesepakatan (Deklarasi) bersama negara-negara anggota South East Asia Fisheries Development Center (SEAFDEC) yang terdiri dari Negara-negara anggota ASEAN plus Jepang yang sepakat untuk memerangi Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing (IUU Fishing).

Kesepakatan untuk mengeluarkan deklarasi ini dicapai setelah para delegasi negara ASEAN dan Jepang mengadakan Sidang High Level Consultation on Regional Cooperation in Sustainable Fisherries Develepoment Towards in ASEAN Economic Community Combattng IUU Fishing and Echancing the Competitiveness of ASEAN Fish and Fishery Product tadi malam 3/8 di Bangkok Muangthai.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Achmand Poernomo, Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan RI sebagai pimpinan delegasi disertai oleh beberapa orang Pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan, wakil dari KBRI di Bangkok, serta Direktur eksekutif Coral Triangle Initiative, Agus Pratikto.

Disamping ingin menunjukkan kepada dunia tentang keteguhan hati negara ASEAN dan Jepang untuk memerangi praktik penangkapan Ikan secara tidak sah, para delegasi pun mendiskusikan bagaimana meningkatkan daya saing dan produk perikanan negara-negara anggota. Oleh karena itu, dengan deklarasi ini diharapkan dukungan yang lebih luas baik dari Negara-negara, Swasta maupun organisasi perikanan terkait melalui pengembangan perikanan yang berkelanjutan.

Delegasi Indonesia
Staf Ahli menteri KKP Bidang Kebijakan Publik Achmad Poernomo memimpin delegasi Indonesia (foto:KKP)

Sebagai ketua Delegasi RI, Achmad dalam pidatonya menegaskan dukungan penuh Indonesia terhadap deklarasi sekaligus aga kerja menegaskan tidak akan mundur atau berkompromi dengan para pelanggar IUU Fishing di wilayah perairan laut Indonesia. Achmad selanjutnya menuturkan upaya-upaya yang sudah dilakukan Indonesia melalui pembentukan Satgas 115, penenggelaman 176 kapal Penangkap Ikan yang tidak memiliki dokumen yang sah, pelarangan transhipment di tengah laut, pelarangan kapal Cantrang, serta partispasi aktif didalam pertemuan-pertemuan regional dan dunia.

 

“Indonesia juga sudah meratifikasi FAO Port State Measure Agreement (PSMA), dimana Pelabuhan Perikanan lah yang diberdayakan sebagai alat pengawasan terhadap praktik IUU Fishing, sehingga kapal-kapal pelaku illegal fishing tidak akan mendapatkan akses untuk mendaratkan hasil tangkapannya.” Tegas Achmad.

Deklarasi Masyarakat ASEAN+Jepang yang telah disahkan ini akan dijadikan sebagai komitmen dasar anggota ASEAN-SEAFDEC dalam meningkatkan kerja sama untuk memberantas illegal fishing serta meningkatkan daya saing hasil perikanan dan produk perikanan negara-negara anggotanya. Deklarasi ini sendiri sudah diinisiasi sejak 2 tahun yang lalu serta mengalami beberapa kali perbaikan. Artinya, dia bukan muncul begitu saja.

11 rencana aksi termaktub dalam deklarasi tersebut yang akan dilaksanakan anggota memerangi IUU Fishing. Salah satu butir umpamanya adalah mengenai tenaga kerja di bidang industri perikanan, agar menjunjung tinggi nilai Keselamatan, Legalitas, dan Kesetaraan.

Boleh dikatakan Indonesia sangat serius dan bahkan terus mengajak negara-negara lain, termasuk minggu lalu ketika di Jakarta menyelenggarakan Ministerial Meeting on traceability of Fish and Fishery yang diadakan dalam rangka meningkatkan ketelusuran ikan dan produk perikanan sehingga ikan hasil IUU Fishing semakin tidak mendapat pasar di berbagai negara yang mengharuskan sertifikat untuk setiap produk.

Achmad melanjutkan bahwa Indonesia menginginkan keberlanjutan sumber daya untuk kesejahteraan masyarakat perikanan.

Share Button

Comments

comments

Translate »