Safari Bahari Menteri Susi Sempatkan Berdialog Dengan Nelayan di Larantuka

pelabuhan ikan larantuka
Pelabuhan Ilemandiri di Kabupaten Larantuka. Ketenangannya sangat memukau (foto KKP)

|Lautindo|KKP|Larantuka| – Dalam rangkaian kegiatan safari bahari di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyempatkan diri menyapa masyarakat dan berdialog dengan nelayan di Larantuka, Kabupaten Flores Timur. Safari Bahari Menteri Susi Sempatkan Berdialog Dengan Nelayan di Larantuka.

Lautindo larantuka temu muka
Susi disambut masyarakat perikanan Larantuka dan berdialog dengan antusias (foto KKP)

Setibanya di Pelabuhan Ilemandiri, Jumat (10/6), Susi disambut secara adat oleh ratusan masyarakat yang mengiringinya menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Amagarapati, Larantuka. “Sebetulnya, kita sih rencana gak akan mampir, akan langsung. tapi karena ada permintaan bapak kepala dinas, kita sempatkan mampir sambil lihat – lihat juga persoalan – persoalan yang ada”, ujar Susi saat mengawali dialog dengan nelayan di TPI Amagarapati. Susi mengatakan, sesuai dengan visi pemerintah, Ia ingin membangun kelautan dan perikanan Indonesia agar memberikan kesejahteraan bagi stakeholdernya, termasuk nelayan di Flores.

Susi  menyampaikan apresiasi kepada nelayan Larantuka karena telah menggunakan cara penangkapan ikan yang ramah lingkungan, yakni dengan pole and line. “Saya senang di sini bahwa penangkapan ikan dengan cara pole and line berjalan sangat baik. Ini adalah cara – cara penangkapan ikan yang betul, ramah lingkungan, dan juga sustainable”, jelasnya. Disamping memuji,  Susi menghimbau agar alat tangkap purse seine yang digunakan nelayan lainnya, meskipun tidak merusak dapat ditekan jumlah penggunannya. “Kalo purse seine banyak, baby tunanya kena, tuna besarnya juga akan hilang”, imbuhnya.

Kemudian untuk ikan umpan pole and line, Susi menganjurkan untuk bisa diganti dengan yang dipelihara di keramba jaring apung. Terkait hal ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Ditjen Perikanan Budidaya, akan memberikan bantuan keramba jaring untuk menampung ikan-ikan untuk umpan seperti malalugis. “Saya pikir, itu sudah satu hal yang sangat baik. Bukan budidaya, tapi menyimpan stok umpan ikan itu agar tidak habis”, jelasnya.

Selanjutnya Susi juga menyinggung maraknya praktek pengeboman ikan dan penggunaan potassium sianida (portas) di perairan Flores, yang menurutnya tidak bisa ditolerir lagi. Laut Indonesia rusak karena cara-cara tangkap ikan yang tidak benar tersebut. “Jadi saya mohon nelayan yang masih melakukan, mintalah ke Pak Bupati jaring. Jaringnya pun yang ramah lingkungan”, ujar Susi.

Lalu  Susi menuturkan bahwa pemerintah pusat dengan komitmen yang tinggi ingin menjaga hasil laut untuk dinikmati oleh semua warga negara Indonesia. Hal itu ditempuh melalui kebijakan dalam memerangi illegal fishing, seperti pembentukan satgas 115 oleh Presiden Jokowi. Sedangkan untuk memaksimalkan hasil tangkapan nelayan lokal, pemerintah juga memberikan bantuan masyarakat berupa kapal dan alat tangkap yang ramah lingkungan.

“Nanti kita juga akan datangkan bantuan untuk daerah timur dan barat”, tandasnya.

Susi bersama rombongan kemudian melanjutkan perjalanan Safari Ramadhan ke Lembata. (Lilly Aprilya Pregiwati)

Baca Safari sebelumnya di