SAIL KARIMATA HARUS MEMBUAHKAN DAMPAK BESAR BAGI RAKYAT

Launching Sail Karimata
Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramili didampingi Menteri Pariwisata Arif Yahya melaunching Sail Karimata 2016 (foto ist)

|Lautindo|Jakarta – Menteri Kordinator bidang Maritim dan Sumber Daya tidak berhenti di kawasan Danau Toba. Sesudah menegaskan keberpihakan Pemerintah untuk menjadikan kawasan Danau Toba sebagai destinasi Utama Indonesia dengan membentuk Otoritas Danau Toba sekaligus mendapatkan komitmen dan dukungan dari 7 Pemda Kabupaten di kawasan Danau, sekaligus komitmen Prov. Sumatera Utara, maka bertempat di Gedung BPPT, Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat, Rizal Ramli melaunching “Sail Karimata” dengan menabuh kendang.

Kali ini Rizal Ramli didampingi oleh Menteri Pariwisata Arif Yahya untuk bersepakat dengan 4 Gubernur yang akan terlibat dengan Sail Karimata, yakni Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, dan Riau.

Sail Karimata yang akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo di Kayang, Kalimantan Barat pada tanggal 15 Oktober mendatang, diharapkan akan dikunjungi oleh 5.000 turis manca negara dan 10.000 wisatawan lokal dan diharapkan akan memberikan dampak langsung kepada iklim pariwisata di 4 propinsi.

“Diharapkan ada transaksi sekitar Rp.75 Miliar” kata Arif Yahya, walau pun bukan dampak langsung ini yang menjadi fokus Sail ini. Melainkan dampak jangka panjang terhadap arus wisatawan.

Rizal ramli sendiri sangat mengharapkan keseriusan Kementerian Pariwisata, terlebih para Gubernur beserta Pemda Kota dan kabupaten mengelola sektor pariwisata ini. Sebab sektor ini diharapkan memberikan devisa hingga US $ 20 miliar di tahun 2019.

Untuk itulah berbagai infrastruktur terus mendapat perhatian, seperti Jalan raya Nasional, Air bersih, Komunikasi dan berbagai sarana lainnya. SAIL KARIMATA HARUS MEMBUAHKAN DAMPAK BESAR BAGI RAKYAT

Share Button

Comments

comments

Translate »