Setelah menjabat 20 hari Arcandra diberhentikan sebagai Menteri ESDM

(Mantan) Menteri Arcandra diberhentikan dengan hormat oleh Presiden

|Lautindo|Mineral|Jakarta| – Baru 20 hari menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar sudah harus menyerahkan jabatannya kepada Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman yang ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai Pelaksana Tugas. Setelah menjabat 20 hari Arcandra diberhentikan sebagai Menteri ESDM.

Musibah ini terjadi sebagai akibat kurangnya ketelitian para petugas yang seharusnya memeriksa dengan tuntas biodata Menteri kelahiran Padang, Sumatera Barat,10 Oktober 1970 ini. Kemungkinan besar, petugas hanya memeriksa apakah Arcandra Warga Negara Indonesia (pemegang pasport RI) dan melupakan kemungkinan lain, yakni juga memegang paspor Amerika Serikat.

Sebagaimana diketahui, Indonesia tidak mengenal kewarganegaraan ganda, sehingga walau pun Arcandra benar-benar Orang Indonesia asli, lahir dan besar (hingga S1 di ITB) di Indonesia, menikah dengan wanita Minang, namun Undang-undang mengharuskan beliau harus memilih salah satu- sebelum dilantik sebagai Menteri ESDM.

Kepada Lautindo, Istri Arcandra bertutur bahwa di Houston, AS mereka mendidik kedua putri mereka dengan budaya Indonesia. Kedua putrinya yang ikut menyaksikan Ayahandanya dilantik sebagai menteri di Istana Merdeka berbicara dalam bahasa Indonesia dengan sangat baik. Tidak terkesan, bahwa mereka lahir, sekolah, dan dibesarkan di Amerika sana.

Demikian pula Ayah dan Ibunda Arcandra yang turut hadir di Istana khusus datang dari Padang menghadiri pelantikan putranya sebagai menteri saat reshuffle Kabinet Kerja pada 27 Juli lalu, menggambarkan orang Minang yang sangat bersyukur dengan pelantikan putra yang puluhan tahun tinggal dan berkarya di negara lain, mau dan bersedia mengabdikan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk NKRI. 

Untuk diketahui, Candra sejak menyelesaikan S3 nya tidak lagi bekerja di Indonesia, melainkan mencari sesuap nasi di negeri paman Sam tersebut, baik sebagai konsultan maupun peneliti hingga menghasikan 6 penemuan yang sudah dipatenkan.

dalam kapasitasnya sebagai Presiden Petroneering (sejak 2013) Candra membantu pemerintah Indonesia bernegosiasi untuk kilang gas Masela sehingga berhasil dikembalikan ke Indonesia dan diputuskan dikelola dengan Onshore.

AM Hendropriyono menggambarkan Arcandra sebagai Sosok langka di Indonesia yang menjadi aset Bangsa Indonesia dan sangat dibutuhkan saat ini dan selamanya. Dalam twiternya, mantan kepala BIN ini mendorong pemerintah untuk mempertahankan keberadaan Arcandra di posisi Menteri karena yakin dia lebih memilih Indonesia. “Soal dwikewarganegaraan Archandra sudah selesai masalahnya. Dia orang yang sangat tepat yang dibutuhkan bangsa Indonesia (@edo751945)

 

 

Share Button

Comments

comments

Translate »