Shipowner Liability, Batasan Tanggung Jawab Pemilik Kapal

Tokyo-headquartered shipbuilder Japan Marine United Corporation (JMU) has received orders for three Very Large Crude Carriers (VLCCs) from two buyers, according to data released by VesselsValue.
Very Large Crude Carriers (VLCCs) – Shipowner Liability (istimewa)

| Lautindo | Opini | Thahir* | Jumpa lagi dalam artikel saya tentang “Shipowner Liability” atau batasan tanggung-jawab pemilik kapal. Mungkin diantara kita atau pemilik kapal di Indonesia sudah mengetahui banyak tentang apa batasan sebagai pemilik kapal. Namun diantara kita mungkin belum mengetahui apa sih batasan tanggung jawab dari pemilik kapal bila ada kejadian dan klaim. Melalui kesempatan ini saya berbagi sedikit tentang Batasan tanggung-jawab pemilik kapal atas klaim bila ada kejadian yang tidak diinginkan sesuai pemahaman saya yang terbatas. “Shipowner Liability, Batasan Tanggung Jawab Pemilik Kapal”.

Awalnya hal ini tercetus dan terbersit di masyarakat maritim Inggris dan Amerika. Terutama sekali di Amerika Serikat dimana banyak kapal asing yang beroperasi di Amerika sudah lama dapat menikmati keuntungan atas pembatasan tanggung jawab sebagai pemilik kapal sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Amerika. Konon kabarnya, nilainya cukup kecil.

Banyak pemilik kapal di Amerika menekan dalam pertemuan-pertemuan kongres. Maka setelah adanya tekanan dari para pemilik kapal di Amerika, maka disusunlah undang-undang baru dan diberlakukannya Undang-undang 1851 tentang “Batasan Kewajiban Pemilik Kapal”.

Dimana selama ini diberlakukan undang-undang sesuai dengan hukum maritim di Amerika Serikat. Hukum tersebut merupakan hukum yang diberlakukan oleh Pengadilan Distrik Federal yang memiliki yurisdiksi laut setempat (eksklusif dari pengadilan). Bila ada kejadian atau peristiwa kapal maka diperlakukan sesuai dengan yurisdiksi laut di perairan Amerika bahwa pemilik kapal hanya menanggung kegiatan maritim tradisional atau setempat (Kapal yang dioperasikan di wilayah danau, sungai-sungai, atau kapal untuk navigasi dekat daratan). Lalu, apakah pemilik Amerika atau pemilik kapal Asing berlaku hukum yang sama atas pembatasan tersebut?.

Maka dengan adanya undang-undang 1851, pemilik kapal yang memiliki hak legal atas kapal sesuai atau penyewa kapal, apakah itu pemilik kapal Amerika atau pemilik kapal Asing, dapat membatasi kewajibannya senilai harga kapal dan harga muatan kapal bila ada klaim terhadap kapal. Sesuai dengan undang-undang tersebut, Klaim adalah nilai yang ditentukan setelah insiden!

Dalam beberapa kasus, klaim dapat menggunakan pendekatan lumpsum sesuai dengan nilai pembatasan tanggung jawab pemilik kapal, namun ada juga kemungkinan klaim jenis tertentu. Pemilik kapal yang memiliki kendali hukum dan memiliki kuasa atas kapal dapat dianggap sebagai ‘PEMILIK’ dan dapat membatasi tanggung jawabnya.

Sesuai dengan undang-undang tersebut, pemilik kapal harus dapat menunjukkan bahwa pemilik kapal tidak terlibat langsung atau tidak mengetahui perihal penyebab kejadian yang sebenarnya. Pemilik kapal bahkan tidak harus ikut campur atau mengetahui tentang kondisi dan pengoperasian kapal serta kompetensi dari personel manajerial dan awak kapalnya. Beban yang lebih berat ditumpukan kepada pemilik kapal untuk memperkirakan kondisi yang mungkin menjadi penyebab insiden. Namun ini semua diantisipasi dengan pemberlakuan manajemen ISM Code.

Biasanya paling lama enam bulan dari diterimanya pemberitahuan tertulis dari Penggugat atas klaim kerusakan-kerusakan yang terjadi, maka pemilik kapal dapat mengajukan komplin kepada pengadilan dengan item membatasi tanggung jawabnya. Selain itu, pemilik kapal dapat menyetor atau menyediakan dana ke pengadilan yang disebut dengan ‘dana batasan tanggung-jawab’ atau ‘limitation fund’, yang sama dengan nilai dari harga kapal dan harga barang.

Klaim yang ditujukan kepada pemilik kapal, dapat dikonsolidasikan. Setelah itu, ‘limitation fund’ dapat didistribusikan secara proporsional ke pengadu jika pengadu berhasil membuktikan atas kerusakan-kerusakannya. [*Ir. Sjaifuddin Thahir, MSc. adalah Founder dari Thahir Maritime Center]

Share Button

Comments

comments

Translate »