promosyon promosyon powerbank http://mrnreklam.com.tr promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon Ships Follow The Trade, and Ships Promote The Trade – LAUTINDO

Ships Follow The Trade, and Ships Promote The Trade

Memaknai Konsep Poros Maritim dan Tol Laut
Ships Follow The Trade, Ships Promote The Trade

| Lautindo | Opini | Jakarta | Secara sederhana paradigma ‘Ships Follow The Trade, and Ships Promote The Trade’ mengandung pemahaman bahwa terdapat 2 (dua) pendekatan yang dapat ditempuh untuk memajukan kegiatan logistik di suatu negara. Pertama, adalah disain strategi dan pembangunan sektor logistik dilakukan dengan berbasis pada aliran barang, flow of goods, yang lahir sebagai konsekuensi dari aktivitas perdagangan (trading). Artinya, yang dijadikan basis pengembangan logistik adalah kebijakan perdagangan yang mendorong pergerakan barang sehingga kebijakan perdagangan benar-benar harus mampu melahirkan pengaturan- pengaturan atau policies yang efektif dan jelas. Kedua, pengembangan logistik juga dapat dilakukan dengan membangun infrastruktur atau fasilitas logistik terlebih dahulu, kemudian diikuti dengan penyiapan industrinya serta sistem perdagangan/trading-nya. Cara ini juga banyak ditempuh oleh negara-negara di dunia, misalnya Netherlands (ketika membangun Port of Rotterdam), China (ketika membangun Port of Shanghai), Singapore (ketika mengembangkan PSA – Port of Singapore Authority), bahkan Malaysia (ketika mengembangkan Port Klang dan Tanjung Pelepas).

Baca :

Dengan demikian, penerapan Konsep Poros Maritim dan Tol Laut dapat dilakukan dengan berpedoman pada azas ini, terutama dalam konteks keterhubungan antara jalur bagian barat Indonesia dengan jalur bagian timur yang selama ini sangat tidak berimbang dilihat dari sisi skala ekonomis arus barang yang bergerak.

Sektor logistik memiliki peranan yang penting dalam mendukung perkembangan ekonomi dan kesejahteraan suatu negara. Pengelolaan logistik yang baik akan membantu pelaku usaha di suatu negara untuk dapat lebih unggul dalam persaingan karena akan dapat menghasilkan nilai tambah lebih tinggi untuk produk atau jasa yang dihasilkan. Pada tataran global, kecenderungan (trend) praktek logistik dalam usaha bisnis dan industri mengalami perubahan besar. Telah terjadi perubahan yang cukup signifikan pada peta pasar dunia dengan adanya gerakan menuju pasar bebas dan juga adanya kerjasama kawasan untuk memperluas pasar. Ekspektasi pasar juga berubah karena persaingan global dalam produk dan jasa mendorong standar yang lebih tinggi, biaya yang lebih rendah dan semakin beragam pilihan pelanggan di pasar. Beroperasinya rantai suplai global (global supply chain) pada banyak negara yang diakibatkan oleh semakin terpencarnya lokasi sentra-sentra produksi membuat kompetisi antar pemain menjadi semakin sengit. Bersamaan dengan meningkatnya persaingan di tingkat global juga mendorong para pemain untuk memanfaatkan perkembangan teknologi (investasi) terkini pada moda-moda transportasi maupun pengelolaan informasinya agar dapat lebih efisien dalam operasinya. Hal tersebut tampak pada penggunaan mesin-mesin terbaru yang hemat energi maupun penggunaan kapal-kapal yang lebih besar dan lebih efisien.

Memaknai Konsep Poros Maritim dan Tol Laut
Memaknai Konsep Poros Maritim dan Tol Laut

Bagi Indonesia, logistik adalah bagian integral dari rantai pasok (supply chain) yang menangani arus barang, arus informasi dan arus uang melalui proses pengadaan (procurement), penyimpanan (warehousing), transportasi (transportation), distribusi (distribution), dan penghantaran pelayanan (delivery services) sesuai dengan jenis, kualitas, jumlah, waktu dan tempat yang dikehendaki konsumen, secara efektif dan efisien, mulai dari titik asal (point of origin) sampai dengan titik tujuan (point of destination). Logistik selain berperan dalam meningkatkan daya saing ekonomi juga berperan sebagai landasan untuk menyatukan dan menyelaraskan kemajuan antar sektor ekonomi dan antar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jaringan logistik nasional yang handal diharapkan dapat menghubungkan titik-titik suplai maupun titik-titik konsumsi di berbagai wilayah Indonesia, sehingga kapasitas suplai dapat termanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen secara optimal. Jaringan logistik nasional yang handal juga menjadi syarat yang perlu (necessary condition) untuk dapat mengintegrasikan perekonomian Indonesia dengan perekonomian dunia.

Atas dasar uraian di atas, maka keberadaan Poros Maritim Dunia dan Tol Laut diharapkan menjadi (a) salah satu dasar penyusunan kebijakan Pemerintah di sektor logistik dalam rangka meningkatkan daya saing dunia usaha nasional di pasar global dan mensejahterakan kehidupan masyarakat, (b) membantu pemerintah pusat maupun daerah dalam membuat rencana pembangunannya sehingga sumber daya nasional yang semakin terbatas dapat dioptimalkan pemanfaatannya sedemikian rupa untuk memperkuat daya saing dunia usaha nasional di pasar global, (c) meningkatkan transparansi dan koordinasi lintas lembaga dan instansi, serta turut memberikan gambaran kesempatan investasi bagi usaha menengah, kecil dan mikro, serta (d) membuka peluang penyedia jasa logistik nasional untuk menggalang kerjasama dalam skala global.

Penulis: Dr. Nofrisel, SE, MM, CSLP menyelesaikan S3 jurusan Manajemen Strategic, Logistic dan Supply Chain Management Universitas Indonesia pada tahun 2009, adalah Sekretaris Tim Ahli pada Tim Kerja Sislognas Kemenko Perekonomian RI 2012- 2014, Ketua Dewan Pakar Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Anggota Dewan Penasehat ASPERINDO, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), dan saat ini juga menjabat sebagai Direktur Operasi dan Pengembangan PT Bhanda Ghara Reksa (Persero), sebuah BUMN Logistik.

Comments

comments

Translate »