Sistem Informasi Angkutan Barang untuk Keselamatan Belalu Lintas

|Lautindo|Logistik|Jakarta – Bertempat di lapangan pintu masuk Jakarta International Container Terminal (JICT) Tanjung priok, Jakarta-Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mendeklarasikan “Truk Pelopor Keselamatan Berlalulintas” dihadapan Dirjen Perhubungan Darat Puji Hartanto, Direktur Keselamatan dan Keamanan Lalu lintas Polri Brigjen Crisanda, Ketua Umum ALFI, Ketua umum Organda, Ketua umum INSA, Dirut JICT dan ratusan undangan yang mengahadiri acara yang dikemas di lapangan terbuka di bawah tenda.

“Kami Pengusaha Truk, Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas” Demikian yel yel yang diteriakkan puluhan pemilik truk angkutan barang. Namun yel-yel ini belum terekam dalam otak, karena ketika seorang pengusaha diminta dirjen meneriakkan yel yel tersebut, Kyatmaja Lookman belum sepenuhnya bisa menyemangati hadirin.

truk pelopor - sopir pemenang kuis
Pengemudi yang lancar meneriakkan yel yel diganjar hadiah oleh Dirjen Hubdar

Berlainan dengan para pengemudi truk yang mewakili 12 perusahaan, Yel Yel “Kami pelopor Keselamatan Berlalu lintas” spontan bisa diteriakkan seorang pengemudi yang diajak Puji Hartanto ke atas panggung dan layak menerima amplop pengganti sepeda.

Pada mulanya pengumudi-pengemudi ini memperlihatkan keraguan ketika ditantang oleh Dirjen untuk maju ke atas pentas. Dorongan semangat dari para tamu termasuk Lautindo, ketua umum ALFI dan Direktur Operasi dan Sistem Informasi Pelido 2, Prasetyadi ternyata tidak sia-sia.

Dalam kesempatan deklarasi ini, PT. Telkom mempresentasikan Sistem Informasi Angkutan Barang (SIAB) yang mulai dipasang di setiap pintu masuk (gate) Pelabuhan Tanjung Priok. Sistem ini akan memudahkan semua pihak untuk mengetahui perjalanan truk nya ketika masuk dan keluar pelabuhan. Berapa lama di pelabuhan akan dapat dimonitor oleh pengusaha dari kantornya sendiri. Di dalam Sistem ini, tercatat otomatis nomor kendarran, nama pengemudi dan perusahaannya.”Akan sangat membantu” Kata ketua Aptrindo DKI Jakarta.

Dirjen Perhubungan Darat dalam sambutannya menekankan kesadaran semua pihak. “Kalau pengemudi hanya bertanggungjawab atas keselamatan di jalanan. Namun buka kuasanya untuk menolak Kelebihan barang, maupun kelebihan dimensi truk. Ini domainnya Pengusaha.” Ucapnya, Oleh karena itu pihak kementerian perhubungan pun mengharapkan agar infra struktur berupa jalan raya, jalan tol dapat dipelihara melalui kepatuhan terhadap ukuran muatan dan ukuran dimensi.Dirjen juga menekankan pentingnya pemeliharaan kendaraan dalam rangka keselamatan berlalu lintas ini. Wajib laik jalan. Oleh karena itu Uji berkala wajib dilakukan.

Perlu ditambahkan bahwa Jembatan Timbang akan mulai dihidupkan kembali. Hanya saja jumlahnya yang semula ada 141 buah di Indonesia, yang akan dioperasikan hanya 29 buah, yakni di lokasi-lokasi yang benar-benar dibutuhkan. “Untuk itu, dibulan April akan mulai dioperasikan 9 buah sebagai Pilot Proyek” Tambah Dirjen.

truk pelopor - Deklarasi Aptrindo 3
Deklarasi Truk Pelopor Keselamatan berlalu lintas ditandai dengan pelepasan ratusan balon warna warni dari deretan truk yang akan ujicoba SIAB

Sehubungan dengan dioperasikannya kembali Jembatan Timbang, dan diwajibkannya mengikuti aturan tentang berat muatan dan Dimensi, maka pelaku bisnis angkutan barang memperkirakan akan adanya kenaikan harga barang hingga 20%. Kenaikan ini akan dimulai dari kenaikan biaya angkukui bahwa selama ini umumnya truk memuat barang lebih banyak dari ketentuan (overload), dan  dengan demikian biaya per kilonya bisa lebih murah. Maka dengan diterapkannya peraturan baru, maka biaya angkut pasti akan naik.

Share Button

Comments

comments

Translate »