Susi : Tugas berat Mengelola Laut Terpanjang Dunia

369326_620

Jakarta – Masih terus diperlukan untuk menyampaikan gagasan-gagasan menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti yang menjadi tugas pokok jajaran SDM di kementeriannya dan perlu mendapat dukungan masyarakat luas, sehingga Indonesia yang merupakan Negara yang memiliki garis pantai terpanjang nomor  di dunia yakni 81,487 km, dapat menghasilkan produk Kelautan dan Perikanan yang maksimal.

Dalam acara sosialisasi program pembiayaan nelayan Jangkau, Sinergi dan Guideline atau yang dikenal dengan nama Jaring, di Pantai Sendang Biru, Malang, Wanita Pengusaha yang dipercaya menjadi menteri oleh Presiden Jokowi ini mengatakan bahwa hanya sektor perikanan  yang tumbuh 8,4%. Dan oleh karena potensi kelautan kita yang begitu besar, maka keberhasilan ini  masih terus dapat ditingkatkan. Jangan cepat puas.

Masyarakat Indonesia dan Dunia perlu tahu bahwa Visi kita dalah “laut menjadi masa depan kita“, ini sesuai sebab kita memiliki Luas laut  kedua dunia yakni 3,544.743,9 km2, dan  hanya kalah dari  Kanada yang memiliki luas laut  5,8 juta km2,” kata Susi.

Tentu Indonesia harus membuat Target yang terukur sehingga masyarakat bisa menilai keberhasilannya yakni:

Pertama, adalah fokus pada pemberantasan illegal fishing. Ia mengungkapkan dampak illegal fishingberdampak buruk, periode 2003-2013, sektor kelautan dan perikanan Indonesia seperi hidup segan mati tak mau.

Banyak  nelayan yang tidak melaut, berkurang dari 6,2 juta menjadi 600.000 orang. Sebanyak 115 eksportir gulung tikar, Indonesia kehilangan US$ 4-5 miliar.

“Sekarang, semua sudah bergairah kembali. Saya yakin para nelayan di Sendang Biru merasakan beberapa bulan ini hasilnya lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.

Kedua, Dengan menjadikan laut sebagai masa depan Indonesia, perlu program yang berkelanjutan, baik program penangkapan sekaligus program budi daya. Program keberlanjutan harus menjadi pertimbangan utama, misalnya dengan penertiban alat tangkap yang tidak ramah lingkungan seperti bom potas dan lainnya.

“Apabila Program  tidak dilakukan, Nelayan akan kesulitan dalam hal pembiayaan karena perbankan pun tidak mau memberikan kredit. Bila ikan cepat habis, bagaimana nelayan  bayar cicilan kreditnya?” kata Susi.

Ketiga, yaitu Memandirikan pengadaan  pakan ikan.  Indonesia ternyata masih impor pakan ikan dengan harga tinggi. KKP sudah kumpulkan pabrik- pabrik pakan untuk mengupayakan penurunan harga jual.

“Kalau tidak, saya bilang, saya sebagai ototritas, juga bisa mengimpor langsung. Memakai Perindo untuk jatuhkan harga supaya pembudidaya dapat harga murah. Saya sudah ancam pabrik pakan,” katanya.

Keempat, Konsumsi Ikan Masyarakat pun harus ditingkatkan.Dengan peningkatan angka protein oleh karena konsumsi ikan oleh masyarakat, maka angka statistik 2014, 1 dari 3 anak Indonesia tumbuhnya pendek karena kurang protein akan bisa ditingkatkan menyampai penduduk di negara yang menyadari pentingnya mengkonsumsi Ikan.

Sebagai Ilustrasi, masyarakat Bangka Belitung sangat menyakini kehebatan otak mereka karena sepanjang tahun mengonsumsi Ikan.

 

 

Leave a Reply