Taiwan-Indonesia mengkaji Tata Maritim dan Prospek Kerjasama dalam Kerangka ‘Kebijakan Baru Mengarah ke Selatan’

teto-nara-sumber-berfoto-bersama
Kepala Perwakilan dagang dan ekonomi Taiwan di daulat berfoto bersama para Nara sumber dan Tokoh kemaritiman Indonesia dan Taiwan. antara Lain, Budhi Halim (INSA), Yugi Prayanto (KADIN), Tony Ruchimat (KKP), Laksamana Madya TNI-Al DA Mamahit dan lainnya (Foto: Togi)

|Lautindo|Maritim|Jakarta – Menngambil tempat di salah satu Hotel terkemukan di Segitiga emas Kuningan, Jakarta, Kantor perwakilan dagang dan ekonomi Taiwan,Taipei Economic and Trade Office in Indonesia bekerja sama dengan Indonesian  Council on World Affairs (ICWA) mengadakan seminar bertema “Prospect on Maritime Governance And Cooperation between Indonesia and Taiwan“ Propek Tata Maritim dan Prospek Kerjasama Taiwan-Indonesia.

Tema ini diangkat mengingat

Presiden Jokowi mencanangkan ‘Indonesia sebagai poros maritim’ di Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, Negara pun memusatkan perhatian untuk menggalakkan budidaya ikan, mempromosikan produksi pengolahan ikan untuk ekspor, mendorong kerja sama industri perkapalan dan industri maritim lain, Negara pun sangat serius menegakkan perang terhadap penangkapan ikan ilegal (‘kegiatan perikanan yang tidak sah, tidak dilaporkan pada institusi pengelola perikanan yang berwenang’ yang disingkat ‘IUU’) di perairan Indonesia, memperlihatkan ambisi Indonesia menjadi negara maritim yang besar.

Pemerintah Taiwan yang menganggap Indonesia sebagai mitra utamanya kini membuat kerangka kebijakan baru mengarah ke Selatan. Didalam seminar yang dihadiri ratusan Akademisi dan pelaku usaha baik dari Taiwan mau pun dari Indonesia termasuk para pemangku kebijakan dari kedua negara bersama-sama membahas dan mendiskusikan berbagai topik yang meliputi:  “Blue Economy, Ecosystem Protection, Sustainable Development, Shipbuilding, National Shipping and Challenges, dan Research and Sciences”

teto-acara-pembukaan-mr-chang
Dalam acara pembukaan, Liang-Jen Chang memberikan kata sambutan didampingi ketua ICWA Ibrahim Yusuf dan Keynote Speaker Hanung Harimba Rachman, direktur di BKPM (foto:Togi)

Kepala Perwakilan, Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei di Jakarta, Liang-Jen Chang yang memberikan sambutan pembukaan menyampaikan bahwa kedua negara Indonesia dan Taiwan  adalah negara maritim. Ide ‘Indonesia sebagai poros maritim’ yang dicanangkan presiden Jokowi sejak pelantikan presiden, bertujuan menghubungkan jaringan sumber daya ekonomi dan sumber daya manusia antar daerah di Indonesia dalam rangka mengakselerasi perkembangan ekonomi.  Ide ini selaras dengan kebijakan Taiwan yaitu “Kebijakan Baru Mengarah ke Selatan”.

Liang-Jen Chang menyampaikan bahwa Taiwan memiliki pengalaman dan penguasaan yang tinggi dalam penangkapan ikan, industri galangan kapal, studi maritim dan berbagai bidang kelautan. Dalam kerangka ini, Taiwan dan Indonesia memiliki prospek kerjasama yang saling melengkapi. Saya berharap peluang ini akan jadi pendorong kerjasama maritim yang erat, bersama mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan di kawasan.