Tantangan buat Polri, “Sertifikasi Pengemudi Angkutan Barang”

Kecelakaan truk di Jalan TolLautindo|Transportasi|Jakarta – Beberapa waktu lalu, Sopir Truk, Pengusaha Truk bersama-sama Dirjen Perhubungan Darat, Direktur Keselamatan dan Keamanan Lalu Lintas Polri, Kepala Dias Perhubungan Prop. DKI Jakarta, Ketua Umum Aprindo, INSA, ALFI, Organda dan Pelindo II sama sama mendeklarasikan “Truk Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas” di lapangan parkir Tanjung Priok.
Aptrindo bekerja sama dengan Direktorat perhubungan Darat dan Polantas pun bergerak mengadakan pelatihan, Sertifikasi Sopir angkutan barang. Sertifikasi ini tidak hanya menyangkut kemahiran mengemudikan kendaraan, namun lebih dalam lagi, Sopir dididik disiplin, etika berlalulintas, mejaga keselamatan kendaraan dan orang lain, jujur dan bertanggungjawab kepada perusahaan dan pemilik barang.
Melalui sertifikasi ini, tentu saja pemilik sertifikasi akan lebih dihargai dibanding sopir yang hanya memiliki SIM yang sesuai kebutuhan kendati pun memiliki jam terbang yang cukup lama.
Salah seorang pengusaha Truck (Memiliki 17 Colt diesel dengan pengalaman buka usaha angkutan 4 tahun) menyampaikan uneg-unegnya menghadapi Sopir antara lain, “Seenaknya memakai Ongkos/Uang angkut tanpa izin, Gaji yang tidak pernah cukup, Malas, menjadi Provokator bagi sopir yang lain,
Oleh karena memandang sopir ini sebagai SDM yang memiliki perilaku khusus, tampaknya para pemilik truk sepakat memberikan reward dan punishment yang extra keras, seperti ketika ketahuan curang, langsung dipecat, membuat perjanjian dimuka dengan diketahui oleh keluarga yang menjamin, dan seterusnya termasuk tidak memberikan lembur. Untuk itu mereka bersiap-siap dengan rekruitment sopir pengganti agar bisa mengganti si culas dengan segera. Ada pemilik juga yang menganjurkan jangan sekali kali menerima Sopir yang sudah pernah dikeluarkan.
Aptrindo dalam hal ini mulai memikirkan sertifikasi baik bagi sopir yang sudah berpengalaman, mau pun Sopir baru. Mereka berpikir seperti perushaan Security yang melakukan pendidikan dan sertifikasi para Satpam.
Dirjen Perhubungan Darat mengharapkan kerja sama dan saling menghargai antara Sopir dan Pengusaha, termasuk pemberian baju seragam agar Sopir memiliki kebanggaan sebagai awak perusahaan. Gaji, sudah tentu untuk kesejahteraan rumah tangga.
Kita lihat perkembangan selanjutnya, karena beberapa kecelakaan angkutan barang akhir-aknir ini pun cukup banyak terjadi baik oleh kelalaian Sopir, ketidak laikan Kendaraan seperti rem blong atau pun kondisi jalan raya.

Share Button

Comments

comments

Translate »