The International Safety Management Code (ISM CODE)

The International Safety Management Code (ISM Code)
The International Safety Management Code (ISM Code) [istimewa]
| Lautindo | Opini | Thahir* | Pada suatu malam, tepatnya pada tanggal 6 Maret 1987, terjadi kecelakaan kapal yang mungkin terburuk disaat-saat kondisi pelayaran laut dalam keadaan damai dan nyaman. Kecelakaan kapal atau disasters ini merupakan dan mengukir sejarah pelayaran dunia dimana kecelakaan kapal ini terjadi di luar pelabuhan Belgia (Zeebrugge). Saat itu kapal ferry penumpang / ferry kendaraan namanya MV. Herald of Free Enterprise yang mengalami kecelakaan hingga terbalik yang mengakibatkan hilangnya 193 nyawa manusia. The International Safety Management Code (ISM CODE)

Atas kejadian tersebut maka dilakukan langkah-langkah penyelidikan dan ditemukan serta terungkap adanya kesalahan besar dari manajemen pelayaran dan terdapat kecerobohan yang dilakukan oleh manajemen di semua tingkatan, dari kantor pusat sampai ABK di kapal. Kejadian ini dianggap sebagai contoh kejadian di kapal yang paling mengerikan saat itu yaitu kelemahan dalam manajemen pengoperasian kapal yaitu saat kapal meninggalkan pelabuhan, pintu muatan atau pintu kargo dalam keadaan terbuka.

Sebagai hasil dari penyelidikan tersebut, perwakilan atau delegasi dari Inggris segera meminta kepada IMO untuk melakukan langkah-langkah investigasi untuk membuktikan manajemen keselematan kapal ferry roro tersebut. Permintaan Inggris ini disampaikan saat pertemuan IMO Assembly ke-15 pada bulan November 1987, dimana sekjen IMO mengusulkan bahwa pedoman manajemen keselamatan kapal sebaiknya disusun oleh IMO dalam bentuk manajemen keselamatan kapal yang harus mendayagunakan perwira kapal dan seluruh ABK dalam pengelolaan keselamatan kapal dan langkah-langkah penting dalam pencegahan polusi.

Sekretaris Jenderal IMO menyampaikan kepada seluruh yang hadir dalam IMO Assembly bahwa apa yang diperlukan saat ini adalah prosedur pengoperasian kapal yang secara berkala dilakukan pemeriksaan atau inspeksi yang terjadwal pula untuk memastikan kepatuhan terhadap semua aturan dan pedoman yang dibuat. Pidato usulan sekjen IMO tersebut diterima oleh seluruh anggota IMO Assembly yang dituangkan dalam resolusi IMO A.596(15) dengan judul “Safety of Passenger Ro-Ro Ferries”. IMO menginstruksikan Maritime Safety Committee atau Komite Keselamatan Kapal IMO untuk menyusun dan mengembangkan pedoman tentang manajemen keselamatan kapal ferry roro yang lakukan oleh manajemen perusahaan pelayaran, Crew dan staff darat. Resolusi tersebut dipicu dengan adanya kejadian terbaliknya kapal Herald of Free Enterprise yang menunjukkan bahwa sebagian besar kejadian kecelakaan kapal adalah karena kesalahan manusia dan bahwa keselamatan kapal harus ditingkatkan dengan pembentukan praktek pengoperasikan yang selalu ditingkatkan.

Langkah yang diusulkan oleh delegasi Inggris ini dimaksudkan untuk meningkatkan keselamatan kapal feri Ro/Ro dijadikan Wajib (mandatory), yaitu semua kapal ferry roro wajib menyediakan adanya indikator yang dapat menunjukkan bahwa pintu muatan tertutup, dapat melakukan pengawasan ruang kargo atau kendaraan untuk mendeteksi gerakan kendaraan saat cuaca buruk dan tambahan lampu-lampu penerangan dan lampu darurat. Langkah-langkah tersebut dismbut dengan suara bulat diadopsi oleh semua delegasi dari negara-negara menghadirinya pada pertemuan Komite Keselamatan Maritim – IMO April 1988.

Pada pertemuan IMO Assembly ke-16 yang diadakan pada bulan Oktober 1989, IMO Assembly mengadopsi Resolusi A.647(16) yang berisi Pedoman Pengelolaan keselamatan pengoperasian kapal dan Pencegahan Pencemaran. Meskipun 1987 resolusi diterapkan hanya untuk kapal feri penumpang, resolusi A.647(16) diberlakukan untuk semua jenis kapal. Sekjen IMO menyatakan bahwa harus diterapkan di seluruh dunia adalah “Guidelines on Management for the Safe Operation of Ships and for Pollution Prevention.” Inilah yang akhirnya menjadi ISM CODE.

Tujuan dari pedoman tersebut adalah untuk memberikan tanggung jawab kepada dunia pelayaran dalam mengoperasikan kapal dengan kerangka kerja dan pengembangan operasi pelayaran yang tepat, implementasi dan melakukan pengkajian keselamatan kapal dan tindakan-tindakan manajemen pencegahan polusi sesuai dengan praktik yang baik dan benar. Pedoman umum tersebut bagi perusahaan perusahaan agar dapat dijadikan acuan dan diikuti bilamana menyusun kebijakan keselamatan kapal dan pencegahan pencemaran laut.

Resolusi A.647 (16) menyadari perlunya memiliki petunjuk berkala yang ditinjau dan direvisi sesuai dengan pengalaman yang diperoleh saat pelaksanaan ISM Code. Berdasarkan pengalaman tersebut 1989 dan beberapa kajian yang dilakukan oleh MSC dan MEPC, akhirnya Pedoman tersebut direvisi dan diadopsi oleh majelis pada bulan Nopember 1991 melalui Resolusi IMO A.680 (17).

Proses peninjauan berkelanjutan sampai pada IMO Assembly pada bulan November 1993. Majelis mengadopsi Resolusi A.741 (18) yang berisi ISM Code. ISM Code diadopsi sebagai rekomendasi. Karena dirasa berdampak positif dan menguntungkan untuk keselamatan kapal dan pencegahan polusi laut, maka ISM Code ini awalnya diberlakukan secara sukarela dan selanjutnya IMO Assembly mewajibkannya.

IMO Assembly menetapkan bahwa cara terbaik untuk mencapai hal ini adalah dengan menambahkan ISM Code pada SOLAS 1974. Pada tanggal 24 Mei 1994, SOLAS diubah dengan menambah Bab IX berjudul “Management for the Safe Operation of Ships.” yang terdiri dari enam regulations, ketiga yang menyatakan: “Perusahaan dan kapal wajib mematuhi requirements of ISM Code.

Dalam tahap pertama dari pelaksanaan Kode mewajibkan kapal penumpang, HSC, kapal tanker minyak, kapal tanker kimia, operator gas pada tanggal 1 Juli, 1998. Berlaku untuk kapal kargo lain dan kapal dengan ukuran 500 gross tonase dan ke atas pada tanggal 1 Juli 2002. Penandatangan konvensi SOLAS 1974 dan amendemennya 1978, membuat seluruh Negara anggota IMO wajib memberlakukan ISM code.

Di USA, meskipun amandemen SOLAS tidak memerlukan penerapan khusus dengan undang-undang, Kongres di USA tetap memberlakukan undang-undang dengan menyampaikan pidato bahwa ISM Code dimasukkan dalam undang-undang negara Amerika Serikat. Pada tanggal 24 Desember 1997, US Coast Guard mengeluarkan regulasi untuk menerapkan ISM Code, yang akhirnya ISM Code berlaku sampai sekarang diseluruh dunia.

[*Ir. Sjaifuddin Thahir, MSc. adalah Founder dari Thahir Maritime Center]

Share Button

Comments

comments

Translate »