Tokoh Lintas Agama mengumandangkan Ikrar di Ciganjur

deklarasi-ciganjur-1
Presiden Jokowi hadir dalam Haul Gus Dur di Ciganjur bersama beberapa orang menteri dan Panglima TNI. Ada kisah menarik tentang kopiah Gus Dur yang tersimpan di Solo (Biro sekretariat kepresidenan)

Lautindo|Ragam|Jakarta – Ketua umum PBNU Said Aqil Siradj bersama tokoh-tokoh  lintas agama berhasil mengumandangkan  ikrar damai umat beragama di Indonesia. Ikrar ini dibacakan bersama bersamaan dalam  acara peringatan Maulid Nabi Muhammad dan Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tadi malam (23/12).

Bertempat di rumah kediaman Gus Dur, para tokoh lintas agama dipimpin Said Aqil Siradj, Uskup Agung Jakarta MGR Ignatius Suharyo, Pdt Nababan, Biksu Suryanadi Mahathera, tokoh Hindu Yanto Jaya, Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) Uung Sendana, hingga tokoh Agama Kepercayaan ikrar tersebut dikumandangkan untuk kedamaian di hati semua anak bangsa.

Ikrar tersebut kemudian diserahkan kepada Presiden RI Joko Widodo. Berikut isi lengkap Ikrar:


Ikrar Damai Umat Beragama di Indonesia

Demi tegaknya dan martabat manusia, terciptanya kehidupan yang lebih baik bagi generasi saat ini dan masa depan serta demi tegaknya kedaulatan dan keutuhan NKRI, kami umat beragama warga negara Indonesia berikrar:

1. Akan senantiasa menjaga perdamaian, kerukunan, persaudaraan/keadilan antar sesama umat beragama.
2. Menciptakan suasana sejuk, harmonis, dan bebas konflik antar sesama umat beragama.
3. Memelihara keberagaman dan perbedaan dengan saling melindungi berbagai agama dan keyakinan yang ada di Indonesia secara tulus dan sungguh-sungguh.
4. Menolak segala bentuk intimidasi dan pemaksaan agama/keyakinan serta menolak anarki kekerasan dalam beragama.
5. Mendukung pemerintah untuk menegakkan konstitusi yang melindungi hak warga negara dalam menjalankan agama dan keyakinannya.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa meridhoi dan melindungi kita semua

Ciganjur, 23 Desember 2016
Atas nama umat beragama Indonesia

Dalam acara ini, Presiden Jokowi memberikan kata sambutan dan secara khusus Jokowi menyoroti keteladanan Gus Dur yang dimulai dengan kisah Topi Gus Dur yang diberikan ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid tahun 2013.

jokowi-dan-sinta-gus-dur
Presiden Jokowi memberi salam kepada ibu Sinta Nuryah di acara Haul Gus Dur (Biro sekretariat kepresidenan)

Peci Gus Dur itu begitu spesial buat dirinya. Lewat peci itu, dia mengenang banyak keteladanan dari sosok Gus Dur.

“Pada Haul ke-7 tahun wafatnya Gus Dur, pemberian peci itu menjadi pengingat-ingat buat saya, menjadi pengingat-ingat buat kita semuanya untuk selalui berusaha meneladani Gus Dur. Meneladani ketulusan beliau yang menjaga silaturahim melampaui sekat-sekat primordial yang ada,” ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, banyak hal yang bisa diteladani dari Gus Dur. Mulai dari kesederhanaan, kesukarelaan melayani masyarakat, kerelaan berkorban untuk bangsa dan lainnya. Gus Dur konsisten melakoni itu hingga akhir hayatnya.

“Sikap hidup dan perjuangan Gus Dur itu sejalan dengan misi utama kelahiran Nabi Muhammad SAW yang menuntun manusia menuju akhlak mulia dan menebar rahmat bagi seluruh alam,” kata Jokowi.

Share Button

Comments

comments

Translate »