Perkembangan Dan Fungsional Tol Trans Sumatera Menjelang Mudik Dolanan 2019

Tol 2019 Sumatera

| LAUTINDO | Trans | Lampung | Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR melakukan pemantauan kesiapan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung sepanjang 189 Km. Ruas jalan tol ini nantinya¬† akan difungsionalkan untuk dilintasi masyarakat wilayah Sumatera pada saat pelaksanaan arus mudik lebaran Juni 2019 mendatang. “Perkembangan Dan Fungsional Tol Trans Sumatera Menjelang Mudik Dolanan 2019”.

Kepala BPJT Kementerian PUPR, Danang Parikesit mengatakan, menjelang arus mudik lebaran 2019, terus dilakukan pemantauan secara rutin jalan tol ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung hingga H-10 perayaan Idul Fitri 1440 Hijriah. “Kita terus lihat perkembangannya, guna memungkinkan jalan tol ini dapat di operasikan secara fungsional dari Bakauheni hingga Kayu Agung,” kata Danang pada saat melakukan peninjauannya(1/5).

Danang mengatakan, terkait pengoperasian jalan tol ini pada saat arus mudik nanti, sedang diusulkan pemberlakuan Contra Flow (satu arah) mulai dari Bakauheni hingga Kayu Agung. Artinya, tiga ruas jalan akan menggunakan satu arah menuju Palembang pada arus mudik dan, pada arus balik diterapkan juga satu arah menuju Lampung.

“Perlu diperhatikan mengenai kecepatan berkendara pada jalan tol fungsional ini, pertama pemudik harus memperhatikan kondisi bahan bakar dan kondisi mesin dalam keadaan baik. Kedua, akan dilakukan pemasangan rambu-rambu sementara, dan Ketiga akan diusulkan juga penggunaan jalan tol pada saat mudik yaitu dibatasi antara pukul 06.00-18.00 WIB,” kata Danang.

Terkait rest area dan produk lokal yang mendukung keberadaannya di jalan tol di wilayah Sumatera ini, Danang mengatakan alangkah idealnya sesuai arahan Presiden sekitar 70% rest area diisi oleh kehadiran produk lokal dan para pengusaha lokal. Perlu kerjasama antara UMKM dengan Pemerintah Daerah dalam hal pengembangan produk lokal ini.

“Saya sampaikan kepada BUMD akan semakin bagus jika berinvestasi pada rest area, serta diperlukannya peran pemerintah daerah dalam pemanfaatan pertumbuhan ekonomi lokal yang ada di jalan tol,” tambah Danang.

Pembangunan jalan tol ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung, merupakan bagian dari ruas lanjutan ruas Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 141 Km yang sudah beroperasi sejak Maret 2019 lalu.

BPJT Kementerian PUPR juga akan berkoordinasi dengan Korlantas Polri dan Kementerian Perhubungan dalam memastikan kesiapan ruas tol tersebut yang akan difungsionalkan pada masa angkutan Lebaran 2019 mendatang.

Pembangunan jalan tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung dilakukan sejak Juli 2018 dengan menggunakan biaya investasi sebesar Rp. 21,95 triliun, diharapkan pada tahun 2019 akan beroperasi seluruhnya sesuai target penyelesaian.

Kehadiran jalan tol ini akan memangkas waktu perjalanan pemudik dari titik satu ke titik lainnya, memenghubungkan dengan Kawasan Industri, dan peningkatan potensi pariwisata yang ada didaerah Lampung dan sekitarnya. (ADCA – BPJT).