promosyon promosyon powerbank http://mrnreklam.com.tr promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon TUDUHAN KOMUNIS YANG PALING MENYAKITKAN – LAUTINDO

TUDUHAN KOMUNIS YANG PALING MENYAKITKAN

Oleh Robert Nio alias Mang Ucup
siauw_tik_kwie3 Salah satu gambar pada komik yang dibuat oleh Siaw Tik Wie (1913 -1988)
“Loe liat, amper semoea Toekang Gambar moeka’nja poetjet, badan’nja koeroes2 dan doeit’nja kempes” ungkapan itulah yang dilontarkan oleh ayahnya

Siauw Tik Kwie pada saat ia mengutarakan ingin jadi pelukis. Namun karena ia merasa memiliki bakat dan juga merasa terpanggil untuk jadi TOEKANG GAMBAR. Ia tetap melanjutkan cita-citanya.

Dikemudian hari ia baru menyadari sepenuhnya bahwa ungkapan sang ayah itu ternyata banyak benarnya. Misalnya untuk dua halaman komik yang digambar olehnya ia hanya mendapatkan bayaran Rp. 7,50

Berarti dalam sebulan ia hanya mendapatkan Rp. 60 saja. Ia menggambar dalam ukuran besar. Per halaman komik ukurannya 1 plano (8 x folio). Dikerjakan dengan tinta Cina dan mopit.

Hal ini ia lakukan selama TUJUH TAHUN berturut-turut. Tanpa pernah libur maupun sakit sekalipun juga. Terlebih lagi TANPA PERNAH MENGELUH.

Ia menggambar dengan sabar, tekun dan tabah sebanyak lebih dari 1.900 adegan!

Hanya sekali saja dimana ia merasa sangat sedih sekali. Tanpa bisa tertahankan lagi air matanya pun turun berlinang.

Namun tak satu katapun juga yang ia ucapkan. Ialah pada saat seluruh hasil karyanya yang telah dikerjakan selama Tujuh Tahun.

Harus DIBAKAR di depan matanya sendiri! Hal inilah yang sangat menghancurkan perasaanya.

Cobalah anda hayati sendiri betapa sakitnya hati seseorang apabila hasil karya yang selama bertahun-tahun dilukis dengan penuh sukacita.

Sekarang harus DIBAKAR JADI ABU dalam jangka waktu beberapa menit saja.

Pembakaran komik ini dilakukan atas perintah langsung dari pimpinan Star Weekly/ Keng Po.

Maklum pada tahun 1966 pemerintah Orde Baru sedang gencar-gencarnya melakukan politik Anti Tionghoa sebagai TUDUHAN ANTEK KOMUNIS!

Kejadian ini merupakan tragedi sejarah yang paling buruk, yang pernah terjadi dalam sejarah komik Indonesia.

Mirip seperti ketika jaman Hitler membakar buku-buku hasil karya orang Yahudi !

Bagi yang tidak tahu latar belakang pembuatan komik mungkin menilai apa susahnya menggambar komik Sie Djin Koei!

Perlu diketahui bahwa pada saat itu tidak ada satupun karya komik silat yang bisa dijadikan contoh.

Teks dari komik memang benar dikerjakan oleh Oey Kim Tiang alias OKT. Namun seluruh gambar dipercayakan sepenuhnya kepada Siauw Tik Kwie.

Siauw Tik Kwie itu mirip seperti Karl May yang banyak menulis buku tentang suku Indian di Amerika, tapi ia sendiri selama hidupnya tidak pernah ke Amerika.

Begitu juga dengan Siauw Tik Kwie yang tidak pernah keluar dari Indonesia. Boro-boro pergi ke luar negeri untuk mencukupi biaya hidup sehari-harinya pun sudah sulit sekali.

Pada awalnya Siauw Tik Kwie menggunakan contoh untuk wajah para tokoh komiknya dari Wayang Potehi maupun opera Tionghoa.

Sedangkan gerakan-gerakan maupun senjatanya ia dapatkan dari perguruan tempat dimana ia belajar silat.

Agar bisa melukis kuda dengan baik ia sering pergi mempelajarinya di kadang kuda.

Bahkan untuk melukis gunung-gunung dalam komiknya; ia khusus pergi ke Padalarang untuk mempelajari corak dari gunung kapur yang ada di sana.

Dari sini saja kita bisa melihat betapa besar dedikasinya Siauw Tik Kwie. Walaupun hanya dengan gaji yang sangat minimal. Namun ia berusaha untuk memberikan hasil yang maksimal.

Maka tidaklah heran betapa hancur luluh hatinya. Ketika ia harus menyaksikan hasil karya yang dikerjakan salama bertahun-tahun harus dibakar musnah jadi abu !

Sejak saat itu ia tidak pernah mau menggambar komik lagi, karena luka batin yang sangat mendalam. Ia juga merubah namanya menjadi Otto Suastika.

Maklum nama Siauw Tik Kwie sering disingkat menjadi SWK (Swastika) atau lambang dari Agama Tridharma yang dianut olehnya.

Om Siaw juga mewariskan hak ciptanya kepada Drs. Aggi Tjetje, Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Gabungan Tridharma Indonesia.

Catatan redaksi:
Hampir semua penerbit buku pada masa itu mengalami kejadian yang sama. Apabila ada Nama Tionghoa di dalam buku, seperti Pengarang atau ilustrator misalnya, maka silahkan dibakar sendiri.
Penerbit Erlangga misalnya, sebagai salah satu Penerbit buku pelajaran terkemuka di Indonesia nyaris mengalami kebangkrutan karena buku-buku pelajaran terpaksa dibakar, padahal sebelumnya digunakan di Seluruh Indonesia seperti Kunci Pelajaran Bahasa Inggris mau pun Lagak dan Ragam Bahasa Indonesia untuk SMA. Ada juga Pelajaran Ilmu Kimia dan lainnya.

Share Button

Comments

comments

Translate »