Pegiat Lingkungan Respon Positif Aksi Peduli Pemerintah Pusat Untuk Sungai Citarum

Limbah dan Kontaminan Sungai Citarum

| LAUTINDO | Maritim | Bandung | Respon Cepat Pemerintah Merehabilitasi Sungai Citarum diapresiasi Penggiat Lingkungan. Hal ini terlihat dalam Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sosialisasi Penataan Sungai Citarum di Aula Gedung Sate, Bandung, yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B Panjaitan yang didampingi oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto, Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedy Mizwar serta Panglima Kodam Siliwangi, Mayjen TNI Doni Monardo. “Pegiat Lingkungan Respon Positif Aksi Peduli Pemerintah Pusat Untuk Sungai Citarum”.

Respon cepat pemerintah melalui Kemenko Maritim untuk merehabilitasi Sungai Citarum, tak pelak langsung mendapatkan apresiasi positif dari kalangan generasi muda pecinta lingkungan, diantaranya dari Muhammad Bijaksana, anggota dari Yayasan Greeneration Indonesia, sebuah organisasi sosial yang aktif memberikan edukasi, advokasi, kajian sosial dan juga yang telah membuat video tentang kerusakan ekosistem Sungai Citarum yang akhirnya viral dan ditayangkan oleh CNN. “Pegiat Lingkungan Respon Positif Aksi Peduli Pemerintah Pusat Untuk Sungai Citarum”.

“Saya dan kawan-kawan luar biasa terharu dan bangga melihat respon pemerintah pusat melalui Kemenko Maritim yang telah bersungguh-sungguh untuk mengurus Sungai Citarum. Sebelumnya kami para anak muda generasi millennial telah berjuang sejak lama untuk Sungai Citarum, namun baru saat ini respon pemerintah sangat masif, sekali lagi kami salut dan berterima kasih dari hati kami yang paling dalam, kami akan siap sedia membantu,” ujar Muhammad Bijaksana bersemangat.

Sementara, Dimas, perwakilan dari Badan Pengelola Waduk Cirata Pembangkitan Jawa Bali, kembali mengapresiasi sekaligus meminta dukungan penuh dari Kemenko Maritim, guna membantu pihaknya untuk mensosialisasikan tentang masalah jaring apung milik masyarakat di Waduk Cirata yang overload, dimana ketentuan hanya membolehkan sebanyak 12 ribu namun saat ini sudah mencapai 77 ribu jaring apung, dengan berbagai ikan, udang dan kerang-kerangan yang telah terkontaminasi dan dikonsumsi oleh warga.

“Kami sering adakan sosialisasi kepada masyarakat, namun gaungnya kurang karena kami berhadapan dengan masyarakat dan juga instansi-instansi, oleh karenanya kita ingin dukungan pemerintah pusat khususnya dari Kemenko Maritim, apakah kami perlu membuat MOU (Memorandum of Understanding/Nota Kesepahaman)?,” tanya Dimas.

Apresiasi dan pertanyaan tersebut lantas ditanggapi oleh Menko Luhut, dengan kembali meminta dukungan dari semua pihak untuk bergerak bersama merehabiltasi Sungai Citarum, mengenai video tentang kerusakan ekosistem di Sungai Citarum yang ditayangkan oleh salah satu media tv juga mendapat respon positif dari Menko Luhut, oleh karena dirinya sangat menghargai kritik generasi muda yang berdasarkan data dan fakta yang terjadi.

“Saya ucapkan terima kasih kembali, sekarang kami juga banyak bergerak dengan bantuan generasi muda millennial, ini yang akan kita dorong. Saya juga apresiasi hasil video kalian, kritik dengan data itu sangat saya hargai. Untuk MOU, Tidak perlu MOU itu, kita kerjakan itu tanpa birokrasi yang berbelit-belit, kantor saya selalu terbuka untuk hal itu,” pungkas Menko Luhut.

Share Button

Comments

comments

Translate »