promosyon promosyon powerbank http://mrnreklam.com.tr promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon Upaya Menurunkan Disparitas Harga di Indonesia Timur. Rudy Sangian: Debat terbuka Diperlukan – LAUTINDO

Upaya Menurunkan Disparitas Harga di Indonesia Timur. Rudy Sangian: Debat terbuka Diperlukan

lautindo|Tol Laut|Jakarta – Berita yang dirilis lautindo berdasarkan konperensi pers yang diadakan Menteri Kordinator Maritim dan Sumber Daya Alam Rizal Ramli yang didampingi oleh Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan dan Direktur Utama PT Pelni disambut dengan antusias oleh para pelaku baik anggota Supply Chain Indonesia (SCI), mau pun dikalangan pemilik Kapal Pelayaran Indonesia (INSA), dimana semua berharap agar penurunan disparitas harga di Indonesia Timur ini benar-benar bisa terlaksana dengan efektif dan efisien.

Dan agar bisa dilaksanakan dengan baik, diharapkan antara Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Kemendag, Kemenkeu, Operator Pelni beserta para pengusaha swasta yang tidak atau belum terlibat dalam tol laut tersebut bisa duduk bersama untuk mendiskusikan pelaksanaan tol laut ini dengan membahas berbagai hal yang menjadi penghambat dan membahas solusi dari berbagai sudut pandang.

Lautindo Rudy SangianMengacu kepada pemberitaan lautindo, salah seorang pakar pelabuhan di Supply Chain Indonesia Rudy Sangian menyampaikan kepada redaksi sebagai berikut.

Sesuai yang bisa dibaca di http://lautindo.com/tol-laut-turunkan-disparitas-harga-kebutuhan-pokok-di-indonesia-timur/ disebutkan demikian:

Esensi dari penerapan program Tol Laut ini untuk menjaga agar logistik di pulau-pulau tersebut tidak berbeda jauh dari di  kota-kota besar….

Untuk Perhubungan Laut ada anggaran untuk Angkutan Laut perintis baik penumpang maupun barang sebesar 1,16 Trilyun yang rinciannya adalah untuk angkutan barang 220 Milyar, angkutan ternak 8 Milyar, dan penumpang khususnya untuk wilayah Indonesia Bagian Timur sebesar Rp.937 Milyar.

 
Rudy menekankan kepada anggaran Tol Laut sebanyak trilyunan rupiah dikucurkan untuk mencegah terjadinya Disparitas Harga.Padahal jauh hari sebelum ada Program Tol Laut, harga satu snack Kacang Garuda itu dari Sabang s/d Merauke tidak terjadi disparitas harga yang significant.
Snack Kacang Garuda yang merupakan komoditi sekunder tidak mengalami disparitas harga,namun komoditi primer seperti: beras, bawang merah, gula pasir, minyak goreng curah, tepung terigu, daging ayam ras, telur ayam ras, dll memerlukan anggaran trilyunan rupiah untuk mencegah terjadinya disparitas harga.
 Infografis & Grafik : Rute & Progress Tol Laut
Mengamati tabel di atas dari sumber yang sama maka Program Tol Laut hanya fokus pada Ocean Freight (Biaya Angkutan Kapal).Belum jelas dan masih harus ditelusuri apakah local end-user price berbeda dengan daerah lainnya agar dapat disimpulkan bahwa Tol Laut adalah solusi disparitas harga.
Di sini terlihat jelas bahwa kebijakan pemerintah untuk mengucurkan anggaran trilyunan Tol Laut dikendalikan dari sudut pandang Ocean Carrier. Pada hal untuk mencegah terjadinya disparitas harga, jauh lebih kompleks dari sudut pandang tersebut.
Berdasarkan kajian Rudy  selama 1 tahun berjalan, dia  menemukan 19 isu pelabuhan. Kemudian  dipilih 5 isu sebagai prioritas Action Plan pada Focuss Group Discussion  yang  selenggarakan dengan dihadiri oleh berbagai stakeholder pelabuhan.
Sebagai pengamat belasan tahun di ranah pelabuhan, Rudy Sangian sendiri  belum yakin bahwa Tol Laut berdasarkan gambaran di atas adalah solusi disparitas harga. Dan untuk itu diperlukan bukan hanya FGD tetapi Debat Terbuka sehingga permasalahan ini segera selesai.
Share Button

Comments

comments

Translate »