promosyon promosyon powerbank http://mrnreklam.com.tr promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon promosyon powerbank promosyon Potensi Bisnis! Water Ballast Management Plant – LAUTINDO

Potensi Bisnis! Water Ballast Management Plant

 

Ballast Water MAnagement System External [greenport.com]
Ballast Water MAnagement System External [greenport.com]
| LAUTINDO | PRAMARIN | JAKARTA | Pemberlakuan konvensi ballast water oleh IMO mulai tanggal 8 September 2017 dilihat PRAMARIN sebagai adanya potensi bisnis baru yang menggiurkan. Untuk itu, Para produsen filter air balas kapal laut di Indonesia didorong oleh PRAMARIN (Perkumpulan Praktisi Maritim Indonesia) agar bisa memproduksi Water Ballast Management Plant eksternal kapal dan terpisah dari kapal.

Alat ini bisa dipasang di pelabuhan-pelabuhan besar di Indonesia atau dipasang di atas tongkang. Tongkang yang dilengkapi alat ini adalah potensi bisnis bagi tongkang-tongkang sekarang yang tidak mendapatkan muatan dan lay-up. Demikian juga alat ini adalah merupakan bisnis yang segera bisa dilakukan oleh industri komponen kapal di Indonesia yang saat ini sedang mengarah ke mana produksinya. Ini adalah permintaan dunia atas kewajiban menerapkann pengaturan air ballas. “Potensi Bisnis! Water Ballast Management Plant“.

Dengan adanya momen pemasangan Water Ballast Management System (WBMS) yang tidak terpasang di kapal melainkan dipasang terpisah dari kapal tersebut dan dilayani dengan tongkang, maka momen ini menandai puncak dari program dunia untuk penerapan aturan pengelolahan air balas kapal yang sudah tujuh tahun dengan dikembangkannya BWMS yang efektif digunakan di pelabuhan dan kapal.

Mekanisme pengaturan air balas kapal ini juga merupakan bisnis sektor maritim yang baru di pelabuhan-pelabuhan di Indonesia dimana akan berdiri banyak perusahaan pelaksana ship-to-ship untuk melakukan pemasangan selang BWMS dan perusahaan yang akan didirikan ini akan bertanggung jawab menghubungkan kapal yang akan diatur proses charging dan discharging air balas kapalnya tersebut menggunakan koneksi selang berstandar Internasional.

Dalam prosesnya, air balas kapal dipompa keluar dari kapal yang diatur air balasnya atau air balas dimasukkan ke dalam kapal melewati alat WBMS tersebut yang dipasang pada tongkang untuk mengatur air balas sebelum dilepaskan ke perairan pelabuhan atau disedot dari perairan pelabuhan.

Dengan demikian sebagai konsekwensi Indonesia meratifikasi IMO Ballast Water Management Convention, diharapkan ke depan Indonesia akan bersih dan terbebas invasi biota laut asing. Masyarakat maritim Indonesia, pemilik kapal dan operator kapal dan pihak berwenang di Indonesia dapat menerima dan menyaksikan manfaatnya.

Dengan diproduksinya alat tersebut di Indonesia, diharapkan Indonesia dan produsen komponen kapal di Indonesia serta pengusaha tongkang di Indonesia dapat memiliki WBMS yang disetujui IMO berupa unit pengolahan air balas eksternal versi Indonesia yang dirancang terutama untuk penggunaan di pelabuhan-pelabuhan besar di Indonesia.

Sistim pemasangan ballast water management system eksternal karena ruang mesin kapal sudah tidak memungkinkan lagi diisi dengan peralatan tambahan dan sekaligus sebagai alternatif dari tingginya potensi investasi bila memasang fasilitas baru ballast water management systemnya di kapal.

Sistem pengaturan air balas ini menerima air balas dari kapal yang datang di Indonesia dan system ini tentunya harus dapat mengatur sesuai dengan standar IMO D-2 dimana standar untuk menghilangkan organisme mikro laut yang berpotensi menyerang. Sistim ini juga dapat memberikan air balas yang dipakai oleh kapal yang akan melakukan pelayaran ke luar perairan Indonesia. Bila di dalam pelabuhan maka sistim ini dan alat ini dapat dioperasikan dari dermaga atau pelabuhan atau tongkan yang ada disamping kapal.

Baca Juga : Patuhi Konvensi Ballast Water

Daftar Disini - Click Here To Register
Daftar Disini – Click Here To Register

Sebagai tambahan bisnis bahwa unit bisa diaplikasikan pada kapal asing atau kapal lokal yang mengalami kerusakan pada BWMS yang tidak berfungsi. Selamat menyambut pemberlakuannya pada 8 September 2017 atau menjelang pelaksanaan IMO Ballast Water Management Convention karena pemerintah Indonesia telah meratifikasi konvensi Ballast Water IMO ini. [Ir. Sjaifuddin Thahir,MSc. – Ketum PRAMARIN]

Share Button

Comments

comments

Translate »